Sabtu, 24 Juli 2010

Bad Guy episode 10

Detektif Gwak dan Lee (akhirnya) sampai pada kesimpulan kalau anak yang lain itu (Gun Wook) masih hidup dan Sun Young adalah satu2nya yang tahu kalau ia pernah punya nama Tae sung, jadi sekarang ia punya nama lain? Aduh polisi2 ini, lama banget sih ngurus kasus bunuh diri aja, sudah keburu basi kasusnya.

Jae in mengantar Tae sung ke apartemennya. Membuat jus untuk mengatasi hangover-nya Tae sung, tapi Tae sung tanpa sadar menumpahkan jus itu ke baju Jae In. Basah deh..dan Jae in mengganti bajunya dengan kemeja Tae sung tapi tidak mengenakan bawahan. Jae in sengaja cari kesempatan menggoda Tae sung, karena baju basah kena jus di apartemen orang bukan alasan untuk buka baju, biarin aja basah. Lagian kenapa ngga pinjam jeans Tae Sung sekalian atau ada celana boxer ngga?

Jae in memperlakukan Tae Sung dengan penuh perhatian. Tae sung menolaknya, jangan baik padaku, nanti kau akan terluka. Semua wanita yang didekatku akan terluka

Tae sung : Aku membuangnya...karena aku tidak punya nyali melindunginya. Aku mungkin akan melakukannya lagi. Jadi berhentilah. Berhenti bersikap baik padaku. Apa yang akan kau dapatkan? Aku akan seperti ini dan kemudian akan membuangmu lagi. Aku akan membuangmu! Apa kau tidak mengerti aku? Aku tidak bisa berubah. Apa kau pikir keluargaku bisa berubah? Siapapun yang kutemui, aku hanya membuat mereka terluka. Aku adalah orang seperti itu.

Tae sung mengusir Jae in keluar dari apartemennya dan tidak membuka pintu untuknya. Padahal Jae In bajunya amburadul.

Jae in turun (kenapa turun harusnya tetap di atas aja dan telp Gun Wook dari sana), malu dengan pandangan sekuriti dan orang2, dia menelepon Gun Wook yang langsung datang menolongnya.

Gun wook tertegun melihat kondisi Jae in, tapi dia tidak banyak omong, dia tahu perasaan Jae in.

Gun Wook melepas jasnya dan memakaikan-nya untuk menutup pinggul Jae in. Menggandeng Jae in keluar tapi menyadari kalau Jae in hanya pakai kaus kaki.

Gun Wook langsung minta Jae in duduk dan memakaikan sepatunya untuk Jae in. Keduanya langsung keluar.

Jae in dengan baju kacau jalan di jalan raya. Gun Wook berbalik dan menggandeng Jae in agar jalan lebih cepat. Ia membawa Jae In ke toko baju, membelikan baju dan sepatu baru untuk Jae in. Gun wook tahu selera baju dan sepatu Jae in. Selama itu Jae in diam saja, ia seperti linglung dan Gun Wook juga diam saja hanya terlihat menyimpan emosi. Gun Wook berlutut dan memakaikan sepatu untuk Jae in.

Jae in mengulurkan tangan untuk menyentuh kepala Gun Wook tapi batal karena Gun Wook langsung berdiri dan membayar. Kasir tanya apa yang harus ia lakukan dengan kemeja ini. Gun Wook berkata buang saja. Kasir itu heran, ini baju designer ternama, tapi Gun Wook terlihat kesal dan berkata buang saja. Kasir itu diam (To Kasir, bw pulang aja..lumayan hahaha)

Gun Wook mengajak Jae In makan dan berkata kalau Jae in tidak mau mundur maka harus makan untuk mendapat tenaga. Gun wook menaruh kimchi di sendok Jae in dan tindakan Gun Wook itu membuat Jae in menangis, tapi kemudian ia bisa menahan diri. Tae Sung sadar dan melihat baju Jae in di dekat wastafel. Samar2 ia ingat kalau tadi sudah mengusir Jae in dan ia merasa menyesal, yup itu kalau you minum soju terlalu banyak man.

Tae Ra yang berlatih yoga tidak bisa konsentrasi, ia teringat Gun wook terus. Tae Sung menunggu Jae in di kantor tapi batal bicara dengannya karena ada teman Jae in yang memanggil Jae in.

Gun Wook ada di ruangannya, Tae Ra muncul dan mencari Tae Sung. Tae Ra memanggil Gun Wook ke kantor Tae Sung dan keduanya bicara.

Mo Ne juga memilih datang pada saat yang sama dengan pembawa bunga di belakangnya. Ia tanya pada seorang staf mana meja Gun wook dan minta pembawa bunga meletakkan bunga diatas mejanya.

Tae Ra berkata Mo Ne sedang belajar harmonika dan Gun wook seperti lupa, apa? Harmonika? Tae Ra mengeluh, kau bahkan sudah lupa. Mo Ne itu jarang berminat dengan sesuatu dalam waktu lama, tapi sekarang dia belajar harmonika dengan tekun karena kau. Gun Wook tidak tertarik dan Tae Ra menekankan, kalau Gun Wook tidak serius dengan Mo Ne, tinggalkan saja dia.

Gun Wook : Apa kau benar2 ingin aku meninggalkannya?
Tae Ra : Lalu, apa kau mau mendekatiku?
Gun Wook : Apa kau bisa melakukannya?

Setelah tahu Gun Wook ada di kantor Tae Sung, Mo Ne pergi ke sana, tapi langkahnya terhenti di dekat pintu karena mendengar Tae Ra dan Gun Wook bicara.

Mo Ne mendengar kakaknya berkata kalau Mo ne sangat mencintai Gun Wook dan kalau dirinya adalah wanita yang sudah berkeluarga dan kakak Mo Ne.

Gun Wook : Dan kau? Berhentilah bicara tentang Mo ne. Katakan padaku apa yang kau inginkan, apa yang kau sukai, bagaimana perasaanmu sekarang. Apa yang ingin kudengar adalah perasaan sebenarnya darimu. Apa kau tahu apa masalahmu? Kau selalu mengesampingkan dirimu sendiri. Tanpa perasaan, kau hidup dalam cangkang, keluarga, pekerjaan, rumah, perusahaan, semuanya. Untuk sesaat saja, apa kau tidak bisa mendahulukan dirimu sendiri?

Gun Wook tahu persis kelemahan Tae Ra. Kegelisahan dan ketidak puasan Tae Ra, hebat. Tae Ra : Dengar, Shim Gun Wook. Yang paling penting bagiku adalah keluarga. Jika aku bisa kembali lagi di saat itu..hal seperti itu tidak akan pernah terjadi. Tidak pernah.
Gun Wook : Tidak pernah? apa kau tahu betapa bahayanya kata..tidak pernah?

Tae Ra menghentikan Gun Wook dan berkata kalau dia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri karena sudah tergoda oleh Gun Wook. Gun Wook justru berkata kesalahan itu adalah mungkin perasaan Tae Ra yang sebenarnya.

Mo Ne pucat pasi saat mendengar percakapan keduanya. Sebenarnya tidak terlalu mencurigakan percakapan keduanya, tapi kalau melihat pandangan mata Gun Wook pada Tae Ra..Mo Ne jelas tahu ada sesuatu diantara keduanya. Tae Ra berkata dia tidak mau bertemu Gun Wook lagi dan keluar. Gun Wook hanya senyum. Mo ne langsung kabur dan sembunyi di bawah meja, menahan nafas. Gun Wook keluar dan melihat bunga dari Mo Ne, menghela nafas dan pergi. Meninggalkan Mo Ne sendiri di bawah meja menangis..

Jae In ingin membalas jasa Gun Wook dan ingat kalau Gun Wook sebagai Tae Sung ingin masakan rumahan. Jae in belanja bahan masakan dan menuju rumah..Kak Jang! haha Jae in pikir itu memang rumah Gun wook yang sebenarnya.

Gun Wook kaget ketika Jae in menelepon-nya dan berkata ia ada di depan pintu rumahnya. Ternyata setelah dibuka tidak ada Jae in, lalu Kak Jang juga buka pintu dan membuat Jae in kaget, kau siapa? Kak Jang heran tapi terpesona dengan Jae in.

Gun Wook minta Jae in menyerahkan telp ke Kak Jang. Kak Jang minta Gun wook memberinya sedikit waktu untuk pdkt dengan Jae in. So, tinggallah Jae in di apartemen Kak Jang sebentar untuk menikmati teh..Indonesia! seriously? Aku dah curiga itu rak rotan pasti bawa dari Indonesia, dan ternyata bawa teh juga. Teh dari Sumatra juga enak, teh Indonesia memang enak :)

Jae in sadar Gun Wook menjahili-nya waktu itu dan ia mau membalas. Jae in menelepon Gun Wook untuk bertemu dengan-nya di dekat rumahnya. Gun wook muncul dan Jae in membatalkannya di saat terakhir dan ganti mengikuti Gun Wook ke apartemen aslinya.

Jae in kaget ternyata Gun Wook tinggal di dekat rumahnya. Jae in masuk karena pintu tidak terkunci (wah ini salah skenario, Gun wook org yang teliti, masa lupa mengunci pintu). Gun Wook yang hampir buka baju untuk ganti terkejut mendengar suara orang dan langsung mengenakan bajunya lagi. Gun wook keluar dan melihat Jae in yang tampak kesal.

Dengan marah Jae in mengamati apartemen Gun wook, sadar ini apartemen high class. Jae in kesal, mengapa kau sengaja membuatku mencuci baju di tempat itu, selain tempat tinggalmu, apa lagi yang kau sembunyikan dariku?

Jae In : Orang seperti apa dirimu, apa sebenarnya pekerjaan-mu, apa kau adalah putra gelap konglomerat juga? Apa kau Gun Wook yang kukenal? Apa Shim Gun wook itu adalah namamu sebenarnya.

Gun wook membalas, apa itu penting bagimu? Gun wook berbalik menyembunyikan wajahnya yang terlihat risau, apa artinya aku bagimu?

Jae in berkeras Gun Wook harus minta maaf, tapi Gun Wook menjawab untuk apa minta maaf, siapapun aku, dimanapun aku tinggal, kau tidak akan tertarik padaku, dari awal kau tidak tertarik padaku.

Jae in menjawab, Gun wook benar, sejak awal tidak ada apa-apa diantara mereka berdua, dia bahkan tidak tahu mengapa dia disini. Jae in keluar tapi pandangannya tertuju pada fotonya dengan Gun wook dan sepatu yang dipakai Jae in waktu itu. Jae in pergi. Tapi kemudian kembali lagi dengan belanjaan dan langsung ke dapur, masak.

Gun Wook bengong. Jae in berkata singkat, dulu kau berkata ingin masakan rumahan. Gun wook menunggu dan melihat Jae in masak hahaha kaya tampangku waktu nungguin mami masak waktu aku SD. Gun wook tanya : Jae in ah, apa kau percaya padaku? (oh ... Bi Dam-trust-problem-syndrome)

Jae in tertawa, mana mungkin aku percaya padamu, kau selalu bohong. Gun Wook membenarkan dan menambahkan, jangan percaya padaku, jangan pernah percaya pria sepertiku.

Jae In menunduk dan berkata : Aku percaya padamu. Tiba2 Gun Wook ketawa dan manis sekali astaga.

Ayo cuci tanganmu, kata Jae in persis mami2. Gun wook mencuci tangan dan bajunya basah lalu ia masuk kamar mandi untuk ganti baju. Jae in mengikutinya dan melihat bekas luka di punggung Gun Wook dan terperanjat. (kenapa sih kalau baju kena air sedikit harus ganti, ngga segitunya kali, emang kurang alasan ya bgm cara Jae in melihat bekas luka Gun Wook)

Gun Wook santai saja dan keduanya makan. Gun wook tanya setengah menggoda apa ini kali pertama Jae In melihat badan lelaki? Jae in justru tanya bekas luka Gun Wook, apa yang terjadi, kapan itu? dan Jae in tidak curiga! ah cape deh..

Apa masih sakit? tanya Jae in. Gun Wook : Sudah tidak lagi, tinggal bekasnya saja. Ayo makan.

Saat makan, ponsel Jae in bunyi, ternyata Tae Sung, Jae in tidak mengangkatnya dan membuat Gun Wook tersenyum. Tae sung mengirim pesan ingin bertemu Jae in dan Jae in bohong pada Gun Wook lalu cepat2 pergi. Gun Wook sempat mengucapkan terima kasih atas masakan Jae in. Jae in keluar dan ia hampir menginjak sepatu Gun Wook saat bergegas menemui Tae sung. Oh sepatu...

Jae in melewati Tae Sung dan pura2 tidak tahu siapa yang mengirim sms, karena dia berkata sudah menghapus no ponsel Tae Sung. Tae Sung percaya dan merasa kesal, kau menghapus no-ku? Lalu Tae sung menarik Jae in dan mengajaknya makan.

Gun wook juga makan sendirian dan hampir membuang sisa makanan-nya karena banyak sekali tapi tidak jadi lalu mencoba menghabiskannya sambil menahan tangis. (Om tahu ngga kenapa kulkas diciptakan? untuk menyimpan makanan yang tidak habis dimakan agar tidak basi dan bisa dikonsumsi lagi..)

Tae sung minta maaf pada Jae in ini bukan bohongan. Aku hanya tidak punya keberanian untuk melindungimu. Jae in berkata dia tidak pernah minta dilindungi, aku bukan wanita lemah yang perlu perlindungan, Jae in makan dan kaget ia merasakan sesuatu di mulutnya, ketika dikeluarkan ternyata cincin berlian. Ternyata bukan punya Jae in, pelayan datang dan meminta maaf, itu punya meja lain yang kebetulan menu-nya sama.

Tae Sung geli, dan tanya apa Jae in mengharapkan sesuatu? Jae in berkata tidak. Dan ketika Tae sung tahu kalau Jae in belum menghapus nomor ponselnya, Tae sung senang dan kebekuan diantara keduanya mencair.

Tae sung mengantar Jae in pulang dan Won in melihatnya. Won in kaget, siapa dia? Jae in mengaku kalau itu adalah teman-nya. Won in berkata kalau Jae in punya pacar katakan padanya karena dia sebenarnya ingin mengenalkan Jae in pada seseorang. Gun Wook maksudnya. Pasti lucu kalau Won In jadi mak comblang untuk Jae in dan Gun Wook.

Tae Ra demam. Ny. Shin meneleponnya dan berkata Mo Ne menghilang lagi. Tae Ra kaget. Gun Wook ada di ruang rahasianya dan ia puas karena ada kemajuan untuk menjerat Hong Tae Kyun. Tae Ra menelepon Gun Wook, apa kau tahu dimana Mo Ne? Gun Wook balik tanya Mo Ne tidak ada di rumah? Tae Ra tidak menjawab dan langsung menutup telp.

Justru Mo Ne yang menelepon Gun Wook dan minta Gun Wook ke villa keluarganya di Yang Pyung (eh ini kota tmp kampusnya Sister Maq hahaha)

Mo Ne mabuk dan lagi down ceritanya. Penjaga Villa menelepon Tae Ra dan mengatakan kalau Mo Ne di villa. Tae Ra mengerti dan berangkat ke sana. Ibunya berkata minta supir Kang saja, kau sepertinya tidak enak badan. Tae Ra tidak mau, Mo Ne tidak akan pulang kalau cuma sopir yang datang.

Gun Wook juga menelepon Tae Ra dan berkata kalau Mo Ne ada di villa di Yang Pyung. Tae Ra berkata sudah tahu. Tapi Gun Wook tetap kesana. Tae Ra juga bermobil sendirian sambil batuk2. Supir Kang tiba duluan dan membawa Mo ne pulang. Gun Wook melihat mereka tapi tidak langsung pulang, tahu dong nungguin siapa..

Tae Ra datang dan penjaga villa lapor kalau ada tamu dari Seoul yang menunggunya. Tae Ra masuk dan kaget melihat Gun Wook di dalam. Tae Ra menerima telp dari ibunya dan akan pulang. Gun wook merasa cemas karena Tae Ra kelihatan sakit.

Tae Ra menolaknya tapi mungkin karena capai, mungkin karena sakit, jadi Tae Ra memilih pingsan saat itu ke pelukan Gun Wook.

Gun Wook mengangkat Tae Ra masuk ke dalam, mengirim sms ke supir Kang dengan ponsel Tae Ra dan merawat Tae Ra semalaman. Membuat kompres, menyelimuti Tae Ra dengan jasnya dan membelai rambut Tae Ra. (kaya jagain kakak kandung saja, dia kakakmu bukan sih..jawab Gun Wook! bikin frustrasi aja, ini drama slow motion bgt sih)

Ny. Shin menelepon penjaga villa dan mendapat laporan yang membuatnya bukan saja khawatir tapi stress, karena Penjaga villa lapor kalau Tae Ra menginap karena sakit bersama seorang pria yang bukan suaminya dan ternyata pria itu Shim Gun Wook! stress ngga itu...

Kembali ke villa di Yang Pyung...Gun Wook sibuk di dapur, membuat campuran wine, jeruk dan gula hangat untuk menurunkan demam. Wah resep anti demam Gun Wook #1 wine direbus tambahkan jeruk, gula dan kayu manis kalo ada lalu minum selagi hangat pasti ces pleng. Dan Tae Ra pun luluh, ia meminum campuran itu dan terkejut menyadari Gun Wook tidak tidur karena menjaganya sepanjang malam.

Di perjalanan pulang ke Seoul yang kata sis Maq sekitar 2 jam naik bis, Gun wook menghentikan mobilnya di tepi danau dan Tae Ra mengaku kalau ternyata hari itu..bukan kesalahan. Paling tidak saat itu...tapi Tae Ra tidak bisa melanjutkan karena takut dengan perasaan-nya sendiri.

Gun wook menggenggam tangan Tae Ra dan Tae Ra bersandar pada Gun Wook, menangis. Gun wook mencium rambut Tae Ra dan menyandarkan kepalanya ke kepala Tae Ra.

Keduanya sampai di rumah Tae Ra dan Gun wook menyuruh Tae Ra masuk untuk istirahat (what? Tuan besar Park sama sekali tidak sadar istrinya tidak pulang? tidak menelepon? tidak mencarinya? apa dia juga tidak pulang? oh kasihan So Dam) Tae Ra membaringkan badannya dan sadar ia sudah menjalin affair.

Gun Wook sampai ke kantor dan mendapat laporan kalau beritanya sudah dirilis, berita yang akan mengguncang Haeshin. Gun Wook puas.

Tuan Hong marah dan memanggil Sekretaris Kim, apa ini apa maksud berita ini? Putra Konglomerat yang memanipulasi harga saham itu maksudnya Tae Kyun?

Sekretaris Kim janji akan memeriksanya. Lalu membawa Tae Kyun menemui Tuan Hong. Sebelum bertemu ayahnya, dia minta sekretaris Kim mengurus berita itu. Sekretaris ini pintar juga dan berkata kalau ada yang sengaja menyebarkan rumor itu. Tae Kyun heran, tidak masuk akal.

Jae In melihat Gun Wook tidur di lorong lobby kantor. Jae in melambaikan tangan dan mengira Gun wook tidur, tapi justru Gun Wook menarik tangan Jae in dan menjadikan bahu Jae in sandaran. Jae in heran kenapa kau mengantuk memang kau tidak tidur? Gun Wook mengaku kalau ia kerja. Jae in heran, kerja apaan? Gun Wook minta Jae in tidak bergerak sebentar saja, tenang saja Hong Tae sung sedang keluar.

Jae in bicara sesuatu tapi Gun Wook tidak bereaksi tampaknya benar2 tidur. Jae in ingin membelai rambut Gun Wook tapi berhenti dan duduk bersandar pada kepala Gun Wook.

0 komentar:

Posting Komentar