Kamis, 01 Juli 2010

Personal Taste episode 16 - Final - Part 1

Episode 16 : Today's Weather Report - Part 1

Jin Ho, "Jadi menurut anda, Sang Go Jae adalah proyek gagal, iya kan?"

Jin Ho melanjutkan, Anda pernah berkata, Sang Go Jae adalah tempat dimana isteri dan putriku bisa bermimpi, tapi ternyata isteri anda meninggal dan putri anda mendapat luka batin.

Tapi profesor, tahukan anda apa yang paling membuat gagal sang go jae? yaitu anda sendiri. Anda, Prof Park, yang gagal bertanggung jawab pada putri anda. Yang membuatnya terluka selama ini.

Kae in marah, hentikan! Kau ini apa..? Bisa2nya berkata mengenai keluarga kami seolah-olah kau tahu semuanya? Jin Ho menjawab, Kae in sshi, kau bukan pembunuh ibumu. Kae in membalas, bagaimana cara aku hidup, apa artinya untukmu? Bukankah kau hanya memanfaatkanku saja ?

Kae in minta Jin Ho pergi, pergi! ayo pergi! Kae in langsung masuk ke dalam

Prof Park memandang Jin Ho, "Jangan..jangan pernah datang ke rumahku lagi! Pergi!"

Paginya, Kae in dan Young Sun beres2 di galery. Kae in sudah menyelesaikan sebagian besar furniture anak2nya dan ia harus memindahkan ke museum. Young Sun tanya apa Kae in mau memindahkan semua barang sendiri? Kae in minta bantuan Youn Sun tapi Young Sun tidak bisa karena anaknya harus disuntik.

Sang Jun datang membawa roti, Young Sun minta Sang Jun membantu Kae in, tapi Sang Jun juga tidak bisa, akhirnya keduanya berkata minta tolong Jin Ho saja. Kae in tidak menjawab dan mengalihkan pembicaraan, ah roti ini enak sekali, ayo makan..makan. Young Sun dan Sang Jun hanya menghela nafas saja.

Kae in tanpa sengaja mencuri dengar percakapan Young Sun dan Sang Jun. Sang jun berkata perusahaan mereka sedang gawat dan ia stress di dekat Jin Ho karena Jin Ho jadi gila kerja untuk melupakan Kae in. Sang Jun berkata jika salah paham kalau Jin Ho mencuri design Prof Park ini terus berlangsung, ia tidak tahu lagi apa yang terjadi dengan perusahaan-nya.

Young Sun mendesah, ia tidak mengerti Jin Ho itu masih mencintai Kae in tapi mengapa bertingkah seperti itu. Kae in mendengar semuanya dan ia pergi diam2.

Kae in juga menenggelamkan diri di pekerjaan-nya sampai malam. Kae in tertidur di meja. Jin Ho masuk diam-diam. Jin Ho melihat Kae in tidur dan memandang dengan tatapan sedih dan rindu, lalu ia mengambil sweater Kae in dan menyelimuti Kae in. Jin Ho keluar.


"Kae in ah, Kae in ah, ayo bangun, mengapa kau tidur di sini?" Kae in terbangun dan ternyata Chang Ryul membangunkannya. Kae in bingung dan tanya apa Chang Ryul melihat ada orang tadi? Tapi Chang Ryul tidak melihat siapa2. Ini sudah malam, apa kau masih banyak kerjaan? Chang Ryul memaksa Kae in pulang. Ia ingin mengantar Kae in. Kae in berkata akan naik taksi saja, tapi Chang Ryul berkeras mengantarnya.

ps : Jin ho..the perfect stalker...:)

Akhirnya mereka berdua pulang dan tahu kan siapa yang melihat mereka...yap..Jeon Jin Ho, ada di mobil dan melihat keduanya.


Paginya, Prof Park dan Do bin ada di galeri. Do Bin menunjukkan sebuah design yang baru dan Prof Park terlihat kagum, milik siapa ini? Do Bin berkata itu karya Direktur Jeon Jin Ho. Prof Park terdiam.

Ayah Chang Ryul menemui Presdir Choi (ayah Do Bin), ia berkata perusahaan Jin Ho itu hampir bangkrut dan bahkan menghadapi tuntutan hukum. Presdir Choi kaget benarkah? Mereka tidak tahu ada yang mendengar percakapan mereka : Do Bin dan Prof Park mendengar dari luar.

Do bin berkata, kita menemui ayah nanti saja kalau ia sudah selesai dan Do Bin mengajak Prof Park makan. Do Bin berkata ia juga baru tahu sekarang mengenai Jin Ho. Park tanya mengapa Do Bin terus membela Jin Ho. Do Bin menjawab, kalau Direktur Jeon Jin Ho ingin mencuri desain Sang Go Jae, ia tidak akan muncul dengan design baru secepat ini. Ia sudah punya design sendiri tapi tidak mengatakannya pada Anda kan Profesor? Bagaimana menurut anda?

Park tanya lalu apa yang anda ingin saya lakukan? Do Bin berharap Prof Park tidak melewatkan design Jin Ho, tetap objektif menilainya, itu saja harapan saya. Prof Park menghela nafas.

Jin Ho dan Sang Jun dalam mobil, Sang Jun minta maaf dan mengusulkan agar Jin Ho tidak gengsi lagi dan minta pinjaman ke ayah Tae Hoon. Jin Hoo tidak menanggapi dan ia mendapat telp dari Do Bin.

Jin Ho menemui Do Bin, Do Bin mengenalkan Jin Ho pada 2 staf seniornya dan berkata mereka akan membantu Jin Ho. Kemudian setelah sendirian, Do Bin menawarkan pinjaman pada Jin Ho. Jin Ho menolaknya. Do Bin berkata, kita temankan, bukankah teman itu saling membantu jika ada kesulitan? Jin Ho menjawab, membantu yang lemah, aku kira itu bukan teman.

Do Bin berkata jika kau menolaknya juga, aku tidak tahu harus bagaimana lagi, apa benar kau tidak akan menerima bantuanku?

Do Bin akhirnya berterus terang, ia tidak mau Jin Ho tersingkir hanya karena kurang back-up. Do Bin berkata, sebenarnya Jin Ho lolos tapi panitia berkata Jin Ho kurang pengalaman, tapi pada dasarnya lolos dan masuk final. Jin Ho kaget. Do Bin menghela nafas, ini sebenarnya masih belum diumumkan, tapi aku berkata kau lolos, selamat.

Jin Ho tanya apa benar? Do Bin berkata ini baru permulaan, kau tidak akan menyerah kan? Do Bin menyarankan Jin Ho beristirahat ke villa-nya waktu itu, tapi kita tidak berangkat bersama. Dengan kata lain Do Bin sudah melepaskan Jin ho. (keren..I love Do Bin)

Do bin berkata pada In hee kalau Jin Ho akan pergi sebentar. Do Bin, In Hee mengunjungi pembukaan ruangan untuk anak2 karya Kae in, Do Bin senang sekali dengan hasil karya Kae in. In Hee masuk dan berkata ternyata hasilnya bagus juga, ia tidak menyangka. Kae in hanya tersenyum dan berkata terima kasih.

Sang Jun datang dengan bunga, Kae in senang dan Sang Jun berkata aigoo..saat seperti ini alangkah baiknya jika Jin Hoo datang mengucapkan selamat padamu. Kae in terdiam dan Sang Jun salah tingkah dan pergi. Tidak lama, Prof Park juga datang membawa bunga.

Akhirnya Ayah dan anak mulai bicara, oh one thing, aku suka design ruang duduknya, kontemporer keren...Kae in berkata ia ingin sekali hasil karyanya diakui ayahnya. Prof Park mengaku ia sangat egois dan memikirkan dirinya terus.

Prof Park berkata, ia sebenarnya juga mencintai Kae in sama seperti ibunya, hanya saja melihat Kae in tumbuh dengan minat yang sama dengan ibunya dan mengerjakan hal yang sama seperti ibunya membuatnya tidak tahan.

Prof Park mengaku Kae in sangat berbakat dan kau melakukan pekerjaan yang bagus. Kae in terharu, ayahnya mengangkat tangan Kae in dan berkata tangan ini dulu kecil sekali dan sekarang tampaknya kau sudah tumbuh besar.

Kae in dan ayahnya berpelukan. Jin ho melihat mereka dari jauh, tersenyum tipis dan pergi.

Kae in dan Prof Park jalan bergandengan tangan dan Kae in melihat Jin Ho sekilas. Kae in berkata pada ayahnya untuk masuk dulu, ada yang ingin ia lakukan.

Kae in mencari Jin Ho di seluruh galeri dan ia berusaha menelp Jin Ho, ternyata Jin ho tidak jauh. Kae in berkata "Mengapa kau mengikutiku?"

Jin Ho kaget dan menjawab, aku tidak mengikutimu. Kae in : aku tahu kau mengikutiku, saat aku tidur di ruang kerja, kau menyelimutiku, mengapa kau selalu begitu, semua yang kau katakan adalah bohong.

Jin Ho dalam keadaan self-destructive (istilahku), berkata : Ya, aku memang bohong dan Kae in sshi, karena kau sudah ada di sini, aku sekalian saja berkata kita tidak perlu bertemu lagi. Dan Jin Ho pergi.
Jin Ho ke Sang Go Jae dan mengepak barang2nya. Jin Ho masuk ke ruang kerja Kae in dan memandanginya..ia ingat saat Kae in menggunakan gergaji listrik itu untuk menunjukkan kalau Kae in punya harga diri. (wow..jin ho pasti depresi. masa ingat kejadian itu tp ngga ketawa..aku aja tetep ketawa..) Jin ho masuk ke kamar Kae in dan melihat si Jin no :) Dan Jin Ho ingat saat mengurut perut Kae in.

Jin Ho merasa berat meninggalkan Sang Go Jae (well, aku ingat ia pernah berkata sang go jae adalah rumah yang kukenal..hiks..babochorom...)

Do Bin memberi selamat pada Kae in dan kae in mengucapkan terima kasih karena telah diberi kesempatan untuk menguji kemampuannya. Do Bin heran mengapa ia tidak melihat Jeon Jin Ho. KAe in mengaku mereka sudah putus. Do Bin berkata ia menyuruh Jin Ho istirahat sebentar di villanya. Kae in berkata Do Bin tidak perlu mengatakan ini padanya.

Do Bin kecewa dengan Kae in, saat ia melepas Jin Ho, ia pikir Kae in akan mencintai dan menjaga Jin Ho selamanya. Kae in berkata aku bukan orang yang dibutuhkannya.

Do Bin berkata jika demikian, ia merasa tidak perlu lagi berurusan dengan mereka berdua.

Di Sang Go Jae, Kae in memotong apel jadi dua dan memakannya. "Anak nakal, caramu memotong apel tidak berubah." kata Prof Park. Ayahnya minta juga dan Kae in memberikan setengah apelnya. Prof park mengamati apel itu dan tersenyum, jadi begitu.

Kae in heran, apa maksud ayah? Prof park berkata, anak itu, Jeon JinHo itu..dia membuat design museum Dahm berdasarkan apel ini. Kae in kaget, "Apel?" Ayahnya mengatakan sepertinya Jin Ho membuat design ini dengan memikirkan apel. Kae in ingat ia pernah memberikan apel mainan sebagai permintaan maaf, Kae in sadar Jin Ho ingin menggunakan gedung Dahm itu sebagai permintaan maaf padanya.

Kae in langsung berkata pada ayahnya, aku harus pergi, mungkin akan pulang terlambat.

Jin Ho ada di villa Do Bin, berdiri memandangi sungai di tengah hujan dan In hee muncul dengan payung, "Aku takut kau akan melompat ke sungai." Jin Ho berkata ia tidak butuh ini. In hee berkeras, jika kau seperti ini kau bisa sakit.

Kae in dalam perjalanan ke villa dengan taksi, ia menelp Do Bin dan minta alamat villanya. In hee membawa JinHo ke dalam villa, lihat kau demam kata In Hee. Jin Ho menyingkirkan tangan In Hee, ini sudah malam, pulanglah. In hee berkata ia akan cari obat.

Jin Ho menyandar ke sofa, dan sambil memejamkan mata ia berkata, "Kim In Hee sshi..biarpun kau ada di sini, aku tidak punya ruang untukmu. Jadi pergilah. Aku sakit sekarang ini karena tidak ada orang yang mengerti hatiku. Pergilah."

In hee berkeras, ia tidak minta Jin Ho mengubah hatinya sekarang, tapi ia akan menunggu dan siapa tahu 1 tahun..2 tahun..hatimu akan berubah dan kau tidak bisa tanpa diriku. Jin ho berdiri, In hee : mau kemana? Jin Ho berkata ia akan tidur di mobil. In hee terdiam.

In hee keluar dari villa dan sampai halaman ia bertemu Kae in yang baru datang. Keduanya melampiaskan semuanya.

Kae in berkata diantara dirinya dan Jin Ho..tidak ada ruang untuk In hee. In hee kesal dan berkata ia tahu Kae in tidak pernah menganggapnya teman Kae in hanya kasihan saja padanya. Kae in membalas, kau salah, kau adalah keluargaku. In hee mendengus, keluarga? aku hanya pura2 jadi keluargamu agar bisa tinggal di rumahmu.

Kae in terus berkata In hee bohong, kau melakukan banyak hal untukku, saat aku ada masalah dengan ayahku kau membantuku, bahkan kau mengaduk-aduk sampah untuk mencari foto ibuku, apa itu bukan dari hatimu?

In hee berkata ia membenci Kae in karena memiliki segalanya, semua yang ia inginkan yang sampai mati tidak akan pernah ia dapatkan. Kae in berkata In hee bodoh, kau bahkan tidak mengenal dirimu sendiri, kau memiliki semuanya.

Kae in akhirnya masuk ke villa dan ternyata Jin Ho tidak ada di dalam, Kae in bingung dan keluar lagi. In hee masih berdiri di luar. In Hee berkata, "Jin Ho sakit dan meskipun demikian ia tidak ingin ada bersamaku, Jin Ho tidur di mobilnya, pergilah cari dia sendiri."

In Hee berkata, Jin ho tidak bisa melihatku meskipun aku ada di depannya, ia tidak melihat apa-apa. In Hee pergi. Oh..sekarang aku kasihan dengan In hee ...

To be continued.................

Personal Taste episode 15

Episode 15 : Trying To Forget You

Jin Ho : Kae in-ah !
Prof Park menoleh ke arah Jin Ho. Jin Ho mendekat dan mengenalkan dirinya. Tapi Kae in menangis dan berkata Aku ingat semua..dan ia terduduk. Jin Ho langsung mendekat dan duduk di samping Kae In.
Prof Park masih mencoba membujuk Kae In, dan ia juga berlutut, Kae in ah, itu cuma mimpi buruk, tapi Kae in berkata ia ingat, saat itu ibunya sedang kerja di basement dan hari sangat cerah, ia tidak dapat melihat wajah ibunya dan Kae in mau ibunya main dengannya dan ia menjatuhkan dumble karena ingin ibunya.


Prof Park kemudian melihat frame itu, ia mengambilnya dan tanya, dimana kau temukan foto ini? Jin Ho berdiri, itu..Prof Park menyadari, "kau sudah membuka basement??" Beraninya kau! pergi! ..pergi dari rumahku!
Prof Park turun ke basement dan ia teringat lagi kenangan pahitnya.

Kae In dan Jin Ho pergi ke kuburan ibu Kae in, Kae in berkata, ibuku meninggal karena melindungiku, jika aku menjadi ayahku dan aku punya putri seperti itu, aku juga tidak ingin melihatnya, iya aku mengerti sekarang. Kae in menyesal dan menangis. Jin Ho hanya bisa memeluknya.

Di kantor, Sang Jun minta Tae Hoon mengcopy blue print yang ia temukan, dan Tae Hoon tanya apa itu, tapi Sang Jun tidak mengatakannya, lakukan saja. Ketika Tae Hoon mendesak, Sang Jun justru membentaknya, lakukan saja perintahku!! Lalu ia mendapat telp, ternyata dari orang yang menuntut perusahaan mereka, sekarang jumlahnya dinaikkan jadi 200 juta WOn! Apa?!

Sang Jun berdiri di depan galeri, ia berkata maafkan aku Jin Ho tapi aku harus melakukannya. Sang jun menemui Do Bin dan memberikan blue print itu. Sang Jun minta pendapat Do Bin dengan kata lain "tolong diperhatikan" Do Bin ragu dan berkata Direktur Jeon Jin Ho bukan orang seperti ini, ia tidak akan mengajukan dengan cara seperti ini.

Sang Jun berkata Jin Ho tahu ini, dan ia mohon pada Do Bin karena saat ini, perusahaan mereka menghadapi hal yang sulit.

Jin Ho mengantar Kae in pulang. Jin Ho berkata ia tidak tahu apa yang bisa ia katakan dalam situasi seperti ini, tapi satu hal ia hanya ingin Kae in tahu, ia selalu ada di sisi Kae in.

Kae In berkata, ada kau di sisiku adalah segalanya bagiku. Jin Ho memeluk Kae in lembut. Di dalam, ayah Kae in menunggu dan ia berkata, aku bukan orang kuno, tapi putriku tinggal serumah dengan pria dan belum menikah, aku tidak mendidikmu seperti itu.

Kae In berkata Jin Ho tinggal disini dengan bayar uang sewa. Ayahnya kaget, dia bayar sewa? Prof park berkata akan membicarakan ini nanti dan ia minta Kae in istirahat. Prof Park juga bilang, Jin Ho tidak tahu apa2 sehingga ia membuka basement, sekarang basement sudah kusegel lagi (kaya menyembunyikan monster di bawah...), lupakan masalah ini.

Kae in menjawab, tidak mudah melupakannya. Dan ia masuk kamar, menangis.

Paginya, Prof Park mengunjungi Choi Do Bin. Do bin sennag sekali dan menyambutnya.

Di kantor, Jin Ho akan siap2 berangkat ke galeri dan Sang Jun mengaku ia sudah memberikan blue print Jin Ho kepada Do Bin. Tapi itu belum selesai kata Jin Ho. Oh aku memberikan blue print di dalam tabung hitam. Jin Ho kaget sekali. Itu bukan designku! Sang Jun yang kaget, bukan desainmu, lalu desain siapa? Jin Ho menjawab, Prof Park, ayah Kae In. Jin Ho marah pada Sang Jun karena melakukan sesuatu yang tidak ia suruh.

Di galeri, Do Bin menunjukkan desain yang dibawa Sangjun itu pada Prof Park (oh crap..) dan Prof Park kaget sekali, ia membuka tiap halaman blue print dengan cepat untuk memastikan. Lalu Kae in masuk, Prof Park bingung, apa yang dilakukan Kae in disini?

Do Bin (oh I love this man) membantu Kae in dan berkata Kae in mengerjakan ruang anak2. Ayah Kae in masih merendahkan dan berkata Kae in masih banyak kekurangan, ia tidak tahu Kae in membuat masalah apa disini. Do Bin berkata, ah tidak, Kae in sangat berbakat dan Anda pasti sangat senang melihat bakatnya sejak dari awal (haha..ayah Kae in kena deh!) Prof Park hanya mengangguk saja.

Prof Park tanya, siapa yang membuat desain ini? Direktur Jeon Jin Ho dari M company. Jeon Jin Ho itu sangat berbakat dan Do bin melanjutkan, oya, Anda mungkin tahu, Jin Ho dan Kae in sekarang ini berkencan. (oh no..)

Jin Ho tiba di galery dan In hee melihatnya. Jin Ho minta In hee mengantarnya ke Do Bin. Jin Ho masuk ke ruangan meeting dan memberi salam. Prof Park langsung mendatangi Jin Ho. Jin ho tahu apa yang akan dihadapinya.

Prof Park mengulurkan blue print itu, apa ini desainmu? Ha? Desain siapa ini? Jin Ho diam saja, itu aku..maaf. Prof Park marah dan melempar desain itu ke arah Jin Ho. Jin Ho hanya bisa menahan malu. Prof Park berkata ini desainku untuk Proyek Dahm 30 tahun lalu. Jadi kau pindah ke rumah kami untuk mencuri ini?

Jin Ho tidak bisa menjelaskan. Prof Park berkata, kau sengaja melakukannya untuk menyelidiki rumahku dan mempermainkan perasaan putriku? Kae in kaget dan berkata, Jin ho apa maksudnya ini, aku yakin ini semua salah paham, ayo Jin Ho katakan. Jin Ho berkata ia tidak bermaksud untuk mencurinya tapi perasaan-nya pada Kae in itu tulus. Prof Park marah, kau minta aku mempercayai pencuri? Prof Park keluar.

Jin Ho mengikuti Prof Park dan ia ingin bicara dengannya. Prof Park justru memarahi Kae in, Kau ini bodoh, apa kau masih tidak bisa menilai orang, kau ini sudah dimanfaatkan!

Kae in merasa ayahnya salah paham. Tapi Ayahnya berkata kau tahu Proyek Dahm ini milikku maka kau pindah ke sang Go Jae untuk mencuri desainku? Jin Ho berkata iya, memang ada ide seperti itu pada awalnya, tapi..karena aku menyukai Kae in maka aku mengubah rencanaku.

Prof Park membalas, jadi kau pikir dengan menjadi menantuku, maka kau akan bisa mendapat keuntungan lebih banyak? Prof park langsung pergi. Kae in terluka mendengarnya, jadi semua itu benar, ini semua awalnya karena Proyek Dahm. Jin ho membenarkan, aku ingin mengatakannya padamu...Kapan? sergah Kae in, jika kau sudah mendapat proyeknya? Jadi benar, awalnya kau hanya memanfaatkan aku saja? Jin ho tidak bisa menjawabnya, Kae in pergi dengan menangis..

Jin Ho keluar dan In hee mengikutinya, sebelum sempat bicara, Sang Jun memanggilnya, Jin Ho! Sang Jun mencoba menjelaskan ia pikir itu desain Jin Ho. Jin Ho hanya berkata semua sudah salah sejak awalnya.

In Hee menemui Chang Ryul dan memberi selamat padanya. Jin Ho sekarang kehilangan kepercayaan dari Do Bin dan Prof Park murka terhadapnya. Chang Ryul justru merasa tidak enak, ia tidak berharap ini terjadi pada Jin Ho.

Di Sang Go Jae, Kae in berdiri termenung memandangi kamar Jin Ho. Ayahnya dari belakang melihatnya dan membentak, cepat bersihkan! Kalau tidak aku yang akan melakukannya! Kae in berkata ia yang akan melakukannya, dan aku ini..jika aku bukan putrimu, aku tidak akan menerima cinta dari siapapun. (oh..it so sad..)

Kae in mencoba menelp Jin Ho tapi Jin Ho tidak mengangkatnya. Sang Jung mendekat dan berkata apa kau tidak akan mengangkatnya? Dan Ia minta maaf, tapi Jin Ho berkata apapun yang kau lakukan, ini semua salahku. Sang Jun minta Jin Ho mengangkat telp Kae in, jangan sampai kau dan Kae in putus seperti ini, ayo angkat aku yang bicara. Jika kau putus dengan Kae in sekarang bagaimana Kae in menghadapi ayahnya?

Akhirnya Kae in sendiri yang membereskan barang2 Jin Ho. Tiba2 ada tamu, ternyata Han Chang Ryul bersama ayahnya. Ayah Kae in bingung, siapa anda? Ayah Chang Ryul mengenalkan diri dan juga berkata kalau Chang Ryul ini adalah calon Kae in.

Kae in membuat teh dan Chang Ryul mendekatinya di dapur. "Aku dengar Jin Ho mencuri design Prof Park, aku sudah mengingatkanmu untuk tidak dekat dengannya." Kae in terperanjat, Chang Ryul, apa kau tahu masalah ini? mengenai alasan Jin Ho tinggal di Sang Go Jae. Chang Ryul berkata akhirnya kau tahu juga. Dia pura2 sejak awal, jadi gay agar bisa masuk ke rumah ini...

Kae in, "Bukankah kau juga sama...kau dan ayahmu, mendekatiku karena proyek Dahm, kalian semua sama!" Kae in pergi dan ia tidak percaya lagi Chang Ryul. (disaat Chang Ryul benar2 serius..hehe kasihan..)

Saat di ruang tengah, Prof Park tanya apa hubunganmu dengan Chang Ryul? Chang Ryul menjelaskan mereka dulu kencan, tapi karena kesalahannya jadi putus.

Ayah Chang ryul berkata, bukankah biasa jika anak muda putus sambung? dan ia juga berkata bahwa Chang Ryul bahkan membeli semua desain furniture Kae in. Kae in kaget, Chang Ryul juga, Kae in, "Jadi Do-ll Furniture itu adalah kau?" Chang Ryul berusaha membela diri, ah bukan semuanya..tapi Kae in sudah tidak percaya lagi.

Di luar SGJ, Jin Ho menunggu dan ragu2 ia ingin masuk, tapi tiba2 Chang Ryul dan ayahnya keluar. Chang Ryul bahkan memanggil Prof Park dengan panggilan ayah mertua, Chang Ryul minta maaf karena ia sudah melukai Kae in, tapi ia akan siap menunggu Kae in. Prof Park berkata jika hati putrinya sudah terbuka, kita bertemu lagi. Mereka bersalaman dan Jin Ho melihatnya.

Ayah Kae in ingin bicara dengan Kae in. Tapi Kae in berkata jika tentang Chang Ryul, maka lupakan saja. Prof Park, jadi kau lebih memilih orang yang mencuri designku? Kae in berkata Jin Ho tidak seperti itu, pasti ada alasannya. Kau tidak tahu bagaimana Chang Ryul menyakitiku dan Jin Ho datang memulihkan lukaku. Prof Park, "Oh..itu karena Jin Ho itu licik." Kae in tidak tahu lagi harus omong apa.

Kae in hanya berkata, percuma Ayah mengajak aku bicara jika pada akhirnya tidak mau mendengarku dan tidak percaya padaku. Kae in menunggu telp Jin Ho tapi justru Young sun yang telp, ia dengar dari Sang Jun semuanya dan Young sun menjelaskan bahwa Jin Ho tidak mencuri desain itu, Sang Jun yang membuat kesalahan. Dan membawanya pada Do Bin. haha..oke ini seharusnya serius, but kalian harus lihat cara Sang Jun makan roti disamping Young sun, kaya tidak punya salah gitu dan kaya ngga makan 3 hari :) Kae in membantahnya, memang benar, sejak awal Jin Ho datang ke SGJ dengan banyak kebohongan.

Jin Ho pergi ke rumah abu dan menghadap altar ayahnya. Jin Ho mengatakan semuanya pada ayahnya. Aku benar2 menyedihkan, ayah pasti akan memukulku, tapi ayah, tidak ada yang bisa aku lakukan untuknya, aku membuatnya malu di depan ayahnya padahal satu2nya keinginannya adalah mendapat pengakuan dari ayahnya.

Kae in meninggalkan voice mail message untuk Jin Ho, ia menunggu Jin Ho di cafe. Kae in menunggu Jin Ho lama sekali dan sebenarnya Jin Ho sudah datang, ia ada di dalam mobil mengamati Kae in, Jin Ho mengingat kata2 Kae in dan merasa depresi. Kae in melihat setiap mobil, akhirnya ia melihat Jin Ho.

Kae in dan Jin Ho akhirnya bicara. Kae in berkata ia minta maaf karena ia sangat marah dan memutuskan tidak akan menemui Jin Ho lagi tapi ia tidak bisa melakukannya dan ia memutuskan untuk tidak percaya apapun sampai Jin Ho menjelaskan padanya.

Jin Ho diam saja. Kae in berkata ini semua perbuatan Sang Jun, tapi Jin Ho berkata, "Aku yang melakukannya. Itulah mengapa aku pindah, pura2 jadi gay, dan mengambil blue print ayahmu." (I hate K Drama!) Jin Ho bahkan berkata Kae in bodoh karena percaya pada dirinya setelah Jin Ho memanfaatkannya."Apa kau pikir aku menyukai wanita yang konyol?"

Kae in tidak percaya, tapi kau mencintaiku. Itulah mengapa kau melihatku seperti itu dan merasa sakit karena aku, dan memelukku. Jin Ho membalas, "Aku pura2 aku jatuh cinta denganmu, untuk mendapatkan tujuanku." Alasan aku mengatakan ini karena Kae in sangat mudah dibohongi tapi ayahmu tidak. Kae in tahu Jin Ho melakukan ini dengan sengaja, Kae in mohon agar Jin Ho minta maaf padanya tapi Jin Ho tetap pergi.

Kae in lemas dan ia bersandar di dinding cafe, Jin Ho bermobil pergi dan ia melihat Kae in di spion sambil berkata, "Aku tidak akan mencintai Kae in, aku tidak mencintainya" tapi Jin Ho mengatakannya dengan menangis.

Kae in pulang, dan ayahnya menunggunya, Kae in masuk kamar dan menangis. Jin Ho kembali ke rumah ibunya, ia berkata sudah putus dengan Kae in. Ibunya lega. Jin Ho masuk kamarnya dan menangis di mejanya semalaman.

Kae in mengerjakan pekerjaan di galeri, Do Bin melihatnya dan berjalan mengendap-endap dan ia mau membuat Kae in kaget dengan meloncat dibelakang Kae in (astaga..sangat mengejutkan ...hehe I love Do Bin.) Do Bin mengajaknya makan siang dan Do Bin tidak percaya kata2 Kae in bahwa Jin Ho tidak mencintainya. Do Bin beralasan, Jin Ho bahkan berani mengaku ia pura2 sebagai gay, padahal lebih mudah baginya kalau ia diam saja. Saat ia menolakku, ia menjelaskan karena Jin ho mencintai Kae in. Jadi Kae in, apa kau tidak bisa melihat melalui tatapan mata Jin Ho dan bukan dari kata2nya?

Sang Jun kaget mendengar Jin Ho dan Kae in benar2 putus. Jin Ho tidak ingin membicarakannya dan menghabiskan waktu untuk mengerjakan desainnya sepanjang malam. Dan kalau dipikir-pikir, apel Kae in juga masih ada di meja Jin Ho hehe...

Keesokannya, Jin Ho pergi ke galeri untuk daftar. Do Bin melihat form Jin Ho dan minta In Hee memanggil Jin Ho.

Jin Ho menjelaskan pada Do Bin hanya ini yang bisa ia lakukan sekarang. Do bin memutuskan mempercayai Jin Ho sekali lagi, tapi Jin Ho berkata ia sudah salah memakai kancing baju dari awal, dan tidak heran jika semua kancing jadi kacau. Do Bin hanya menjawab, kalau begitu Jin Ho hanya perlu memperbaiki kancing yang salah saja. Nice!

Young Sun dan Kae in keluar dan minum2. Young Sun berkata Kae in seharusnya memaafkan Jin ho karena sudah jelas bahwa Jin Ho mencintai Kae in. Kae in berkata sudah selesai semuanya.

Young Sun mencoba membujuk Kae in tapi Kae in tidur karena mabuk. Young Sun bingung ah..benar2.

Jin Ho ada di depan Sang Go Jae dan ia mendapat telp dari Young Sun. Akhirnya Jin Ho muncul di cafe dan melihat keduanya. Young Sun melambai dan berkata agar Jin ho mengurus Kae in dan ia langsung pergi.

Jin Ho duduk menunggui Kae in. Kae in hampir jatuh dan Jin Ho reflek memegangnya, Kae in jadi bangun dan ia kaget melihat Jin Ho. Tapi Kae in tidak bicara apa2 dan langsung pergi sambil sempoyongan. Jin Ho mengikutinya sepanjang jalan.

Jin Ho menolong Kae in yang sempoyongan, Kae in melepaskan tangannya, mengapa kau ke sini, mereka sudah berakhir. Jin ho berkata aku tidak tahu mengapa aku kesini, yang aku tahu saat Young Sun noona menelp. aku langsung pergi. Ayo naiklah, Jin ho berlutut di depan Kae in, Jin Ho minta Kae in naik ke punggungnya. Kae in menolaknya, ia tidak mau, apa kau pikir aku gampangan. "Kau benar2 yang paling buruk. Aku seharusnya tidak pernah bertemu pria sepertimu. Tapi aku bertemu denganmu dan semuanya jadi kacau."

Kae in tetap jalan tapi Jin Ho berlutut untuk kedua kalinya, naiklah. Kae in tetap menolaknya dan Jin Ho akhirnya memaksa Kae in naik ke punggungnya dan mulai jalan. Kae in memukuli punggung Jin Ho tapi akhirnya ia diam dan memeluk bahu Jin Ho.

Kae in : "Setelah perpisahan kami, langit yang dulu cerah sekarang penuh dengan hujan badai. Badai yang aku lihat dalam hatiku sudah mengacaukan semuanya. Tapi tetap saja, punggungnya cukup hangat. Sekarang aku tidak akan punya alasan untuk digendong pulang lagi, iya kan?"

Mereka sampai di rumah, Kae in masih di punggung Jin Ho. Prof Park melihat keduanya dan berseru, "Kae in ah!!" Kae in langsung merosot turun dan Prof Park langsung memarahi Kae in, "Apa kalian minum bersama?" Kae in berkata tidak, tapi ayahnya tidak mendengarnya dan memarahi Kae in karena sangat bodoh dan gampang percaya. Jin Ho tidak suka Kae in diperlakukan seperti itu oleh ayahnya. Kae in terus menundukkan kepala dan ia minta maaf.

Ayah Kae in berbalik dan Jin Ho tidak tahan lagi, "Kae in sshi, kau tidak bersalah, mengapa kau harus minta maaf." Jin ho berkata pada Prof Park, Kae in tidak salah, ia hanya percaya dan mencintainya. Apa Prof tahu betapa susahnya Kae in untuk bisa mendapat pengakuan anda.

Prof Park tidak suka dan marah. Ia tersinggung dengan kata2 Jin Ho. Jin Ho berkata ia sangat marah, aku minta maaf tapi aku tidak tahan lagi. Kae in selama ini sangat terluka setelah ia sadar mengenai kebenaran mengenai ibunya, ia merasa seperti kriminal, dan berkata bahwa ayahnya akan membencinya karena membunuh ibunya. Jin Ho, "Dia itu putrimu. Mengapa anda membuatnya merasa seperti kriminal?"

Prof Park berteriak, apa yang kau tahu? Jin Ho menjawab, "seperti yang kulihat, tampaknya anda sudah mengalihkan perasaan bersalah anda pada putri anda." Kae in memegang tangan Jin Ho, "Jin Ho sshi.."

Prof Park langsung menampar Jin Ho (owch ..), kau sombong sekali, pergi kau!!

Prof Park berbalik, tapi Jin Ho belum selesai, "Alasan mengapa anda menolak proyek Museum Dahm adalah karena Sang Go Jae adalah proyek yang gagal, benar kan?"

Prof Park terperanjat dan Jin Ho menekan lagi, "Benar kan?"

Coffee House Page 3

Jin Soo panik dan tiba2 bel berbunyi. Suara Eun young : Ini aku, apa kau bisa membuka pintunya?
Jin Soo berkata pada Seung Yeon, katakan aku tidak disini dan langsung sembunyi ke kamarnya. Seung Yeon bingung tapi ia buka pintu juga..
Eun Young : Halo, ada apa mengapa memutar musik keras sekali? Mana penulis Lee?

Seung Yeon berkata Jin Soo pergi dan belum kembali. Eun Young : lalu kau memutar musik keras2 saat kau sendirian? Seung yeon beralasan dia sering latihan aerobic.
Eun Young : Kau latihan aerobic di tempat kerja penulis? Seung Yeon mengaku tidak seharusnya ia melakukan ini, tapi ia hanya merasa sangat tertekan hari ini jadi...

Eun Young minta Seung yeon membuat kopi. Eun Young bertekad akan membuat penyelesaian dengan penghianat itu hari ini. Eun Young minta Seung yeon membuat kopi, ayo..coba buat, panaskan airnya. Mulai.
Ternyata Seung Yeon memang kacau kalau membuat kopi. Eun Young : Itu benar2 kacau, ayo ikut aku. Eun Young mengajak Seung yeon turun ke cafenya.

Eun Young : Apa kau tahu bagaimana aku menjalankan cafe ini? Padahal aku sibuk dengan penerbitan? Ini Eun Young memberikan buku2, baca tentang pengalaman kakekku mengenalkan kopi dalam budaya kita.
Seung Yeon : Oh kakekmu adalah ahli kopi.

Eun Young : Waktu aku melihat orang sepertimu yang memperlakukan kopi tanpa berpikir, aku merasa mereka menghina dan mengejek kakekku.
Eun Young : Bacalah ini secepatnya dan tulis pendapatmu mengenai itu. Oh, dalam format review buku, ok?

Seung Yeon pusing, review buku? Eun Young berkata, jangan hanya mendengar Penulis Lee karena dia membayarmu. Penulis Lee kerja di perusahaanku, jadi karyawannya otomatis juga karyawanku.
Oya, laporannya harus dalam format : paling sedikit 10 lembar, A4, font 11, hari Jum'at diserahkan. Dan jangan menyisipkan gambar atau jarak di reviewmu untuk memenuhi halaman. Selamat bekerja!
Seung yeon hanya melongo dan berkata tidak heran mereka berteman, mereka sama saja...

Seung Yeon akan naik ke atas tapi bertemu dengan Dong Wook, manager cafe yang tidak bisa bicara. Seung Yeon menyapanya dengan bahasa isyarat, halo apa kabar, selamat bekerja dan Seung Yeon bangga dengan dirinya sendiri yang bisa mempelajari bahasa isyarat dengan cepat.
Ji Won ikut bersama Seung Yeon ke kantor Jin Soo : Lee Jin Soo! Jin Soo bisa ditebak tidak terlalu suka melihat Ji won, ada apa kesini pagi2?

Ji Won : Apa maksudmu? Aku datang karena aku merindukanmu. Terima kasih kemarin kau keluar dari taksi, kami jadi sangat akrab, bagaimana kau bisa membaca situasi dengan cepat, kau ini sangat menggemaskan...
Ji won mencubit Jin soo dan Seung yeon memberikan telepati pada Ji Won: Kau hebat! aku tidak kenal siapa kau tapi tolong cubit dia lagi....

Ji won berkata, apa kau tahu hari Rabu nanti Eun Young ulang tahun. Jin Soo : Benarkah? Ji Won berkata aku punya rencana, dengarkan..dan ia berbisik ke telinga Jin Soo. Jin soo merasa geli, katakan saja..tapi Ji Won berkeras mau berbisik ini rahasia.

Setelah itu Ji won tanya, apa pendapat Jin Soo? Apa kau pikir ia akan menangis karena senang?
Jin Soo : Aku pikir ia akan menangis darah. Ji won menunjukkan sebuah kalung yang mencolok dan tanya apa kira2 Eun Young akan berteriak kegirangan?
Jin Soo membenarkan, iya Eun Young akan teriak kesal.

Jin soo sebal dan menggunakan semua kesempatan untuk melarikan diri dari situasi itu. Jin Soo langsung bangkit ketika mendengar bunyi ponsel, padahal itu ponsel Seung Yeon! Jin Soo dengan cuek mengangkatnya di ruangan lain, maaf Kang Seung Yeon tidak ada sekarang, tolong telp 10 menit lagi.

Ji Won memandang Seung yeon dengan bingung, kau siapa? Mengapa kau masih disini?
Seung Yeon : Aku sekretarisnya. Ji Won heran : Sekretaris? wow..dia bahkan punya sekretaris! Dia pasti sangat terkenal sekarang.

Ji won bertanya berapa usia Seung Yeon, kau kelihatan masih muda. Seung yeon berkata ia 25 th. Ji Won tidak percaya, 25? aku kira dia mulai suka gadis2 muda. Hei Jika Jin soo menyusahkanmu, datanglah padaku. Aku punya banyak tips tentang dia, aku adalah kakak kelas Jin soo di SMU dan Universitas.(saranku, jangan dengarkan ..)

Seung Yeon : Ya, pasti
Ji Won : Kami suka jalan bersama selama kuliah..bersama Seo Eun Young dan istri Jin soo.

Seung Yeon : Istri-nya? Apa penulis Lee sudah menikah?
Ji Won : Bukan hanya menikah tapi juga bercerai. Apa kau tidak tahu?

Seung yeon tidak tahu, tidak ada berita yang seperti itu di internet. Ji Won berkata itu terjadi jauh sebelum ia terkenal.
Seung Yeon ingin tahu lalu sekarang apa yang dilakukan istrinya? Ji Won mau menjawab hanya tiba2 ponselnya berdering dan ia langsung pergi.

Di ruangan sebelah, Jin Soo mendengar semuanya dan wajahnya muram
Setelah Ji Won pergi ia berkata pada Seung Yeon, sekarang kau tahu wajahnya kan? Mulai sekarang, kau tidak boleh mengijinkan ia masuk tanpa ijinku.
Seung Yeon : Tapi bukankah ia sunbae-mu?
Jin Soo : Siapa? aku tidak pernah dekat dengannya.

Seung Yeon mengetik key word : perceraian penulis Lee Jin Soo di search engine. Tapi tidak ada hasilnya. Seung yeon sembunyi2 dan mengeluh mengapa Jin Soo terus saja melihat ke arahnya.
Tiba2 telp berdering, Seung yeon sibuk mencarinya, apa di keranjang sampah? Jin Soo menggeleng bukan keranjang sampah, aku membuangnya di satu tempat pagi tadi. Carilah.

Setelah Jin Soo selesai menelepon, ia mengajak Seung Yeon pergi, beres2 nanti saja, ayo kita pergi sekarang.
Seung Yeon : Pergi? kemana?
Jin Soo : Ke mall.

Jin soo membawa Seung Yeon ke counter baju dan minta gaun untuk Seung Yeon. Apa bisa mencarikan gaun untuk-nya?
Seung yeon bingung tapi ia mencoba gaun juga. Setelah keluar, pramuniaga memujinya tapi Jin soo tidak puas, itu terlalu besar untuknya. Pramuniaga berkata bagus kok, tapi Jin Soo berkata ia cocok pakai baju yang pas.

Jin soo minta agar Seung yeon diukur badannya. Dan Jin soo mengambil hasil ukuran badan Seung yeon (hm..dada kecil, pinggang besar, tidak ada lekukan sama sekali..)
Lalu Jin Soo menuju bagian tas dan koper, ia minta Seung yeon membungkuk sedikit. Seung Yeon tidak mengerti. Jin soo : Tubuh atasmu benar2 panjang..kalau dibandingkan dengan bahumu yang sempit. Badanmu ini aneh sekali.

Jin soo minta koper yang lebih besar. Setelah itu keduanya pulang. Masih belum mengerti apa tujuan Jin Soo. Seung Yeon berjuang membawa koper besarnya dan Dong Wook, manager cafe yang bisu itu membantunya.
Seung Yeon senang dan mengatakan terima kasih.

Sekarang Jin soo minta Seung Yeon melepas sepatunya. Apa? Jin Soo : Sepertinya kau perlu masuk ke dalam koper ini.
Seung yeon: Apa??
Jin Soo : Aku beli koper sesuai ukuranmu, jadi kau harus bisa masuk ke dalamnya meskipun sedikit sempit. hahahaha freak!

Seung Yeon : Mengapa aku harus masuk ke dalam koper? Seung yeon mulai ketakutan, apa gaun itu adalah gaun terakhirku? Apa dia membeli semua itu agar aku melakukan sesuatu yang gila?
Jin Soo : mengapa? Kau tidak mau? Bukankah kau yang ingin jadi profesional? Kau tidak pernah menurutiku.

Seung yeon : Iya..iya aku masuk, lihat..aku masuk.
Jin Soo : Kau tidak bisa asal masuk, kau harus pintar. Ayo masukkan kepalamu.
Seung Yeon : Ahhh..ah.aduh..!!
Jin Soo : Kau harus melipat dirimu dengan baik agar pas.
Seung yeon dalam hati : mengapa aku mau jadi sekretarisnya...apa aku kerasukan atau apa...aku bahkan tidak mabuk saat itu...

Jin Soo : Sialan..aku harus memasukkan kakimu. Lalu ia mengambil foto. Seung yeon teriak, apa?
Jin Soo : lihat kesini, kau perlu menelepon untuk memanggil bantuan (oh kayanya Jin Soo ingin mereka adegan buat novelnya, hmm I see...kalau aku bisa ngga ya masukin siapa gitu ke koper..hahaha)
Jin Soo terus saja bicara sendiri dan menyuruh Seung Yeon menekan ponselnya, hei lihat ini, ini tombol speaker, ingat letak-nya ya. Ayo coba menelepon. Ini. Aku tutup ya...(astaga Jin Soo menutup kopernya! haha..jgn ditiru di manapun, bisa kecekek hahaha...)
Seung yeon : tunggu..tunggu..Pak!! Aaahh..

Jin soo : Apa susah untuk bernafas?
Seung yeon sudah stress : LAKUKAN apa maumu! Aku saaaangat berterima kasih. Jadikan lakukan apapun yang kau inginkan...Ya, terima kasih banyak!!

Jin soo benar2 menutupnya dan berkata wow..ternyata benar2 cukup untuk satu orang!
Seung Yeon mau menelepon dan tiba2 keluarganya menelepon. Keluarga Kang sedang menghadiri resepsi di sekitar itu dan mereka ingin mengunjungi Seung yeon.

Nenek Kang berkeras mau berkunjung, Ayah Seung Yeon berkata ia tidak enak, takutnya Penulis Lee tidak akan suka. Mereka akhirnya masuk ke apartemen Jin soo.
Mereka sudah sampai pintu. Jin soo mencoba menarik keluar SeunG yeon, mengapa keluargamu kesini? Ayo keluar..Jin Soo menariknya. Seung Yeon teriak, sakit, aku tidak bercanda! sakit. Jin soo gagal mengeluarkan SeunG yeon dari koper.

Keluarga Kang gelisah mengapa dia tidak segera membuka pintunya? Penulis Lee..
Jin Soo : Sebentar! sialan aku tidak bisa membiarkan mereka melihat ini semua.

Seung Yeon : mengapa?
Jin Soo : Apa kau tahu bagaimana jika mereka melihat ini? Mereka tidak akan berpikir ini adalah adegan yang bagus kan?

Jin soo menarik Seung Yeon ke kamarnya, diam jangan bersuara, aku hanya akan mencoba membuat mereka segera pergi.
Seung yeon : pak..pak kau tidak tahu seperti apa nenek-ku...Tapi Jin soo sudah membuka pintunya, Seung Yeon melanjutkan, nenek akan tetap tinggal selamanya...

Dan benar saja, nenek Kang memaksa masuk dan bahkan memberikan hadiah buat Jin soo, sebuah cardigan! Jin soo menerimanya tapi tidak terlalu menyukainya.
Jin Soo berkata kalau Seung Yeon sedang tugas keluar dan tidak akan kembali sampai sore.

Keluarga Kang heran, tapi laptopnya ada disini dan bahkan organizer-nya, kemana dia pergi tanpa barang2nya?
Jin soo mengalihkan perhatian dengan meraih cardigan itu : wow..sepertinya ini akan pas untukku.

Seung Cheul menelepon Seung Yeon dan telp Seung Yeon berbunyi dari ruangan sebelah. Sepertinya ponsel kakak juga ada disini.
Seung Yeon berusaha meraih ponselnya, tapi ia kram jadi tidak bisa. Dan justru jatuh.

Keluarga Kang langsung bangkit, aku mendengar ada yang jatuh. Jin Soo berkata ia tidak mendengar apa-apa. Keluarga Kang mendesaknya untuk melihat, Jin soo akhirnya ke kamar tapi terhenti karena bunyi bel. (apa lagi ini..hahaha)
Jin Soo terpaksa membuka pintu dan Kang Seung Cheul menuju kamar karena bunyi ponsel yang terus berdering!

Seung cheul : Ayah, nenek, kakak disini.
Seung yeon : diam!, diam, diam..

Seung Cheul : kesini..kakak ada dalam koper.
Jin Soo hanya bisa membenturkan kepalanya berkali-kali ke pintu (banging head hahaha) dengan semua itu.

Ternyata yang membunyikan bel itu Eun Young. Ayah Kang tanya, apa? dia ada dimana? Eun Young melotot ke arah Jin soo (mengapa kau seperti itu)
Jin soo mencoba meluruskan situasi, ah..jangan salah paham, kami sedang melakukan percobaan, seseorang diculik dan dimasukkan dalam koper dan kemudian dibantai.

Ayah Kang : Di..dibantai? Apa kau tadi bilang dibantai? Nenek : Apa maksudmu dibantai?
Seung chul sama sekali tidak membantu, ia menjawab, ah seperti memotong ikan, nek. Artinya memotong orang seperti itu. Tambah rame kan?

Eun Young langsung mengambil alih kendali, perhatian!! Semuanya harap tenang dan tolong dengarkan perkataan-ku.
Nona Kang Seung Yeon, tolong keluar dari koper, keluargamu akan cemas, pasti akan lebih baik kalau adikmu membantu.

Eun Young melanjutkan, halo, aku presiden perusahaan penerbitan, Seo Eun Young. Aku penerbit dimana Penulis Lee bekerja. Agar semua bisa mengerti apa yang terjadi, aku harus meringkas isi novel baru yang sedang dikerjakan penulis Lee.

Novel penulis Lee akan dirilis musim gugur ini, ceritanya mengenai drama pembunuhan di Ulleungdo.
Eun Young mengarang cerita, ceritanya seperti ini, ada kasus pembunuhan berantai yang mengambil target turis wanita yang mengunjungi Ulleungdo untuk melihat keindahan musim gugur. Wanita2 ini diculik dan dimasukkan ke dalam koper mereka. Seorang mantan jaksa tinggal di pulau itu dan memiliki sebuah coffee shop.

Dsb...dll, akhirnya Eun Young berhasil meredakan suasana dan mengusulkan untuk minum kopi. Ayah Kang berkata, penulis itu..dia tidak normal
Eun Young bengong, dan ayah Kang melanjutkan, aku pikir memang aneh ketika ia minta kucing liar, tapi aku tidak menyangka akan sejauh ini, apakah ia ..(gila?) Ayah Kang memberi tanda dengan tangannya.
Eun Young menjawab, tidak sejauh itu..hanya sedikit...unik.

Ayah Kang tetap kesal, bagaimana ia bisa memperlakukan putri kesayanganku seperti itu? (oh I love you Chil Suk haha) Si brengsek itu...
Eun Young : Dia hanya lebih eksentrik hari ini, biasanya ia tidak separah itu.
Ayah Kang minta no, telp Lee Jin Soo.

Eun Young akhirnya duduk di apartemen Jin soo dan berkata : Ayo..katakan terima kasih padaku. Jika bukan karena aku, dia (ayah Kang) pasti sudah memanggil polisi untuk menangkapmu.
Eun Young : Pers akan tahu, "Penulis Lee Jin Soo berubah menjadi psycho." itu akan jadi keyword paling panas di internet. (wah harus cepat2 buat artikel nih dg kata kunci itu haha..)

Eun Young masih ada di apartemen Jin Soo saat tiba2 telp berdering. Eun Young yang mengangkatnya, lalu menyerahkan ke Jin Soo : Ayah sekretaris-mu. Mungkin kau benar2 akan dituntut..oh tidak.
Ayah Kang : Penulis Lee ini ayah Seung Yeon, aku tidak mengerti seni dan sastra jadi aku mungkin tidak akan mengerti tapi..maaf, aku tidak akan mengijinkan Seung Yeon kerja besok pagi.

Seung Yeon kaget dan mencoba merebut telp ayahnya, apa yang kau lakukan? Aku akan kerja..
Ayah Kang : Jadi penulis lee.
Seung Yeon : Ayah, oh ya ampun! Keduanya rebutan telp. Seung Yeon berhasil mendapatkannya dan menyerahkan pada Nenek Kang : nek, matikan telp.

Nenek bingung, Ayah Kang teriak, Ibu berikan telp-nya! Dan nenek tidak melakukan apa-apa.
Seung Yeon : Mengapa kau seperti ini ayah? Apa kau kira mudah mendapatkan pekerjaan? Mengapa kau melakukan ini jika kau tahu itu susah?

Dan semua percakapan itu di dengar oleh Seo Eun Young dan Lee Jin soo, mereka siaran langsung...
Inilah yang di dengar, Ayah Kang tanya apa penulis itu gila? Seung yeon menjawab tidak gila sepenuhnya, hanya sedikit gila. Ayahnya berkata banyak atau sedikit, gila ya gila.
Seung yeon berkata bukan seperti itu, aku sudah kerja beberapa hari dan dia..(hampir gila..) jadi, dia hampir gila, tapi belum sampai ke batas kegilaan itu.

Neneknya berkomentar, Lupakan semua itu. Apa kalian tidak bisa melihat dengan memandangnya? Bagaimana orang seganteng dia bisa gila?
Ayah Kang : Apa hubungan wajah ganteng dan gila? Ibu...

Eun Young geli mendengar percakapan mereka dan Jin soo berkata, ya seperti itulah keluarga itu, heboh.

Eun Young lalu tanya, apa besok Seung Yeon akan masuk kerja ya? Jin soo yakin pasti dia datang. Ada yang bagus tentang dia, dia itu bodoh.
Eun Young : Kebodohan itu bagus?
Jin Soo : tentu saja, kalau dia harus kerja denganku.

Paginya, Seung yeon datang. Jin Soo : kau benar2 datang? Bukankah ayahmu melarangmu pergi kerja?
Seung yeon berkata ia masih ingin melakukan pekerjaan yang baik.

Seung Yeon memberikan kopi, dan Jin Soo berpikir, kopi ini jadi semakin dekat dengan racun, benar2 bakat.
Jin Soo tidak tahan dan tanya, apa kau pikir aku ini gila atau tidak? Seung yeon kaget, maaf? Jin Soo : garis batas gila?

Seung Yeon heran, bagaimana kau bisa?
Jin soo memujinya, pemilihan kata2 yang hebat. Garis batas gila. Seung yeon berkata dalam hati, keluarkan saja amarahmu bukannya tersenyum seperti itu, kau penulis setan.

Sore itu, staf Eun Young mengajak Eun Young menghadiri pesta kejutan, President, ini hari ulang tahunmu, jadi semuanya berkumpul untuk merayakannya.
Staf Eun Young menutup mata Eun Young dan menuntun-nya ke tempat pesta.

Eun Young dengan keadaan tertutup matanya duduk di tempat terhormat, Jin Soo juga hadir hanya ia berkata akan terlambat. Dan tiba2 terdengar denting piano.
Senyum Eun Young langsung menghilang ketika mendengar suara penyanyinya, itu Ji won !

Ji won : aku akan membuka pesta ini. Setelah 3 tahun, lagu ini didedikasikan untuk gadis yang berpesta di sini, Seo Eun Young, happy birthday!
Ji Won menyanyikan lagu Kim Dong Ryul, judulnya, "Apa aku harus mengatakan "aku cinta padamu" lagi" hahaha..just heard Mi Saeng voice ...singing that song..

Eun Young sebenarnya mengalami mimpi buruk tapi ia maju dan memaksakan tersenyum, mengambil mic Ji Woo sehingga Ji won tidak bisa menyanyi lagi dan menyapa semua teman2 dan koleganya dengan ramah. (ya, tetap profesional..)
Eun Young berkata : Maaf mengganggu di tengah lagumu, Direktur Han. Eun Young minta foto2 masa lalunya tidak ditayangkan, melihat foto2 lama, membuatku merasa tua. eun young mengambil alih pesta dan membuat Ji Won sedikit terlupakan.

Setelah ada kesempatan, Eun Young melotot pada Ji Won : Kau tidak berhak menyanyikan lagu itu. Jangan pernah menyanyikan-nya lagi!
Ji Won : Apa kau tidak punya sopan santun, untuk mendengar lagunya sampai habis?

Eun Young menarik teman-nya, Byung Hee! Apa aku bisa bicara denganmu sebentar? Eun Young pergi ke rest room dan teriak2 benar2 kalap.
Byung Hee : tenang, tenang, ..tenang..

Eun Young : Apa ini? Apa yang terjadi? Mengapa si brengsek itu menyanyi disini? Dan mengapa kalian disini?? Siapa yang memanggil kalian?
Byung Hee : Han Ji Won.
Eun Young : Apa?

Byung Hee heran, jadi Eun Young dan Ji Won belum berbaikan? Eun Young murka, mengapa aku harus baikan dengan-nya!!
Byung Hee membela diri, tapi dia bilang kalian sudah baikan dan kami harus datang untuk menghidupkan suasana.

Eun Young : Hei, kau percaya apa katanya meskipun kalian tahu orang macam apa aku ??
Byung Hee : Aku kira itu benar, kalian sudah baikan lagi. Dia bilang kalian makan bersama dan kau sudah memaafkan-nya.

Ji Won yang merasa rencana-nya gagal total jadi tertekan dan mabuk, ia menelepon Jin soo, hei..kenapa kau tidak datang juga. Kau seharusnya membantuku, Eun young benar2 marah. Jin Soo menyanggupinya, iya aku akan datang sebentar lagi.
Ji Won mendatangi meja Eun Young dan membawa kalung untuk Eun Young. Teman Eun Young memuji kalung itu dan berkata sepertinya kau mabuk. Ji Won : Ya, karena Eun Young menembakkan laser dari matanya agar aku tidak mendekatinya.

Ji Won berkata wah kau dapat banyak hadiah, tunggu..aku juga sudah menyiapkan hadiahku. Kau tidak akan bisa memuaskannya apalagi karena kau sudah bersalah padanya. Jadi aku menyiapkan sesuatu yang benar2 bagus.

Eun Young ingin menghindari percakapan ini dan berkata : Ah, aku harus menelepon ke Amerika untuk masalah kontrak. Eun Young meninggalkan meja dan kembali ke kantornya.

Ji Won menyusulnya dan komen, kantormu belum berubah, kau perlu mendisain ulang kantormu ini sedikit, apa kau tidak bisa mengatakan terima kasih sekali saja?

Ji Won : seorang pria tidak bisa merayumu dengan uangnya.
Eun Young : Merayu? kau itu direktur elit, demi Tuhan.

Ji Won : Aku tidak bisa membuatmu terkesan dengan barang2 mahal, karena kau bisa membelinya sendiri. Bahkan bahasa Inggrismu juga bagus sekali, sampai rasanya sangat menjengkelkan.
Ji Won : Kau perlu mengalah sedikit agar seorang pria bisa merasa lebih baik.

Eun Young : Hei!
Ji Won : Aku ini direktur, kau tahu. Direktur. Apa kau tahu penghasilanku setahun? Mengapa kau tidak kencan dengan pria lain selama ini. Aku kira kau akan kencan dengan pria hebat setelah putus denganku.

Jin soo tiba di cafe dan tidak menemukan EUn Young. Teman2 Eun Young menyapanya dan berkata kalau Eun Young kembali ke kantornya.

Ji Won masih menyalahkan Eun Young, tidak ada pria yang berani mendekatimu kan? Alasan aku tidak bisa minta maaf karena kau. Kau membuatku kesepian.
Ji Won berkata Eun Young tidak mengerti bagaimana menjadi seorang gadis itu, pura2 lebih sibuk dan dingin.

Eun Young : Jadi? Semua ini salahku? Itulah mengapa kau selingkuh?
Ji Won berkata apa kau tahu berapa harganya ini? seraya menunjukkan kalungnya, aku beli ini karena kau! Lihatlah paling tidak kau bisa terlihat tergetar.

Ji Won : hei, Young Mi bahkan berterima kasih padaku ketika aku melakukan hal2 kecil.
Eun Young terluka mendengarnya, sangat, sampai ia menangis. Ji Won menyadari kalau ia sudah terlampau batas, menyebut nama Young Mi, dan ia minta maaf, aku sudah banyak minum, aku akan membeli obat untuk menyadarkan diriku.

Ji Won jalan ke pintu dan tepat saat itu Jin soo masuk. Otomatis pintunya kena langsung ke muka Ji Won dan Ji won knock out! KO! pingsan! dengan sukses.
Jin Soo panik, sunbae, kau tidak apa-apa? Sunbae? Ternyata Ji Won tidur.

Eun Young kesal, kau datang terlambat karena kau tahu dia menyiapkan semua ini kan? Brengsek, kalian pria sama saja.
Jin Soo : Oh ya? dia bilang kau akan teriak kegirangan karena mendapatkan ini.

Eun Young : Aku benci sekali, mengapa dia harus ada di gedung sebelahku? Aku ingin mengirimnya jauh ke tempat dimana aku tidak bisa melihatnya.
Jin soo : Apakah kau akan menghitungnya sebagai hadiah ulang tahun kalau aku mengirimnya ke tempat jauh?

Jin soo berkata tidak susah mengirimnya pergi. Jin Soo cari taksi dan memasukkan Ji Won kedalamnya. Membayar sopir taksi dan pesan untuk membawanya ke tempat jauh.

Sementara itu, Seung Yeon yang tadi ada di pesta terlalu banyak minum dan ia naik bis pulang. Manager Dong Wook duduk di belakang menjagai Seung Yeon. Seung Yeon tertidur sepanjang jalan dan turun dari bis setengah tidur.

Dong Wook jalan di belakang Seung Yeon dan menahan lengannya saat Seung Yeon hampir jatuh dan berkata, hati2. Lalu Dong Wook pergi.
Seung Yeon langsung sadar, dia bicara! Seung Yeon heran tapi ia pikir, ah ini pasti halusinasi, ia psti mimpi.

Paginya, Ji Won terbangun dan kaget karena beberapa ekor domba menjilati mukanya! hahahaha ternyata Ji Won ada di tengah padang rumput penuh domba gembalaan. Well, bagus lo scenerynya dan jangan pikirkan penderitaan Ji Won, dia perlu udara segar anyway.

Ji Won bingung (astaga dimana ini, ), tidak ada dompet, tidak ada ponsel, dan tidak ingat bagaimana ia bisa sampai ke sini. Ji Won jalan menyusuri jalan yang lengang dan melihat seorang nenek duduk di bangku. Nenek, apa kau tahu dimana ini? Nenek..

Nenek tua : Apa maksudmu dimana ini, ini Ui Ya Ji.

Ji Won tambah pusing, Ui Ya Ji dimana itu, apa itu Ui Ya Ji?
Nenek itu marah, Ui Ya Ji ya Ui Ya Ji, apa kau tuli atau apa?

Ji Won minta maaf, baiklah Nek, apa aku bisa pinjam telp? Nenek itu heran, apa kau tidak punya telepon yang dibawa-bawa itu? hahaha..Ji Won akhirnya dikasih koin oleh Nenek itu untuk telp di telepon umum. (100 Won saja nek hahaha...)

Sayangnya, Ji Won menjatuhkan koin itu dan menggelinding ke bawah bukit dan plung..masuk kolam. Ji Won : Ohhh..oh..

Ji Won harus jalan balik untuk pinjam uang lagi ke nenek...

Seung Yeon datang ke cafe pagi2 dan siap menyapa Dong Wook dengan bahasa isyaratnya, Jin Soo muncul dan tanya, buku ini ada berapa seri ya? Dong Wook menjawab semua pertanyaan Jin soo dengan lancar (baca : pakai bahasa biasa means Dong Wook tidak bisu)
Seung Yeon bingung dan mengejar Jin soo, um..Pak? bukankah orang itu bisu?

Jin soo yang heran, bisu? Seung Yeon berkata pekerja cafe berkata dia tidak bicara.
Jin Soo geli, kau pasti dikerjai mereka, karena Dong Wook itu pendiam.

Ji Won berhasil menelepon, dan ia telp Jin Soo. Jin soo : Sunbae? kau dimana?
Jin Soo bergegas turun ke bawah, Eun Young ada di halaman cafe, dan Jin Soo berkata, aku punya sesuatu yang lucu, tunggu sebentar lagi. (scene ini bagus hehe..saat Jin soo duduk di lengan kursi Eun Young, cute couple)

Eun Young tidak mengerti maksud Jin Soo, tapi kemudian ada taksi mendekat, dan ..Ji Won keluar dari taksi dengan amburadul (gimana sih..namanya juga dicium domba..), Jin soo langsung berkata sunbae! Apa yang terjadi?
Ji Won minta Jin Soo membayar taksinya. Jin soo melakukannya dan berkata aku cemas sekali karena kau menghilang.

Ji Won : Oh Tuhan, hal yang terjadi, ini adalah sesuatu yang hanya bisa terjadi di novel-novel. Aku bersumpah, aku ada di tengah pesta kemarin malam. Aku membuka mataku dan aku berbaring di tengah padang.

Ji Won : Oh tidak, aku tidak mengerti, apa yang terjadi?
Jin Soo : Hmm, aku tidak tahu. Mungkin kau diculik oleh UFO.
Ji Won : UFO?
Jin Soo : Apa ada penjelasan masuk akal yang lainnya?

Ji Won bingung tapi ia permisi pergi dan saat ia berbalik ia melihat Eun Young dengan wajah geli. Ji Won malu juga tapi ia memaksakan berkedip dan menjentikkan jari yang dibalas oleh Eun Young.

Setelah Ji Won pergi, Jin soo berkata dia kembali lebih cepat dari yang kuperkirakan, aku kira ia akan kembali sekitar nanti sore.
Eun Young : Kemana kau mengirimnya?
Jin soo : Dae Gwan Ryung?

Eun Young : Kau gila. Terima kasih, Aku tidak mengira akan datang hari aku mengucapkan terima kasih pada Penulis Lee. Aku suka hadiah ulang tahunku.

Jin soo : Ini baru yang pertama.
Eun Young : Apa ada yang kedua?

Jin Soo : Kau suka serial. Jadi tunggu saja.....