Kamis, 01 Juli 2010

Coffee House Page 2


Setelah mengatakan semuanya, Jin Soo membuat kopi dengan takaran-nya sendiri sementara Seung Yeon masih berpikir : Apa ini..bagaimana ia bisa tersenyum seperti itu..? Tiba2 telp Jin Soo berdering dan Jin Soo punya kebiasaan tidak pernah mengangkat telp-nya tapi menyambungkan ke speaker.

Terdengar suara Do Sang : Hyung, aku dalam perjalanan ke Jepang sekarang, Seung Yeon menelpon-ku dan berkata aneh karena kau tidak memberinya pekerjaan. Berikan padanya sesuatu untuk dilakukan. Apa kau terlalu malas bahkan untuk memerintah-nya? Kasihanilah dia..semua teman-nya sudah kerja dan hanya dia satu2nya yang menganggur. Dan, pacarnya selama 3 th ini baru saja putus dengan-nya. Mengerti? Perhatikan dia sedikit. Berikan dia sesuatu untuk dikerjakan.

Dan semua itu terdengar oleh Seung Yeon. Bisa dibayangkan perasaan Seung Yeon ?

Seung Yeon mengalihkan perhatian-nya dari telp Do Sang dan melihat Jin Soo membuat kopi dengan coffee maker yang mahal dan dengan takaran yang pas. Seung Yeon: Apa kau selalu membuatnya seperti itu? Apa kau pernah kerja sebagai barista sebelumnya? Atau keluargamu punya coffee shop?

Jin Soo : Bukan keduanya.
Seung Yeon : Lalu bagaimana kau bisa ahli membuat kopi?
Jin Soo : Aku tidak bisa menemukan coffee shop yang membuat kopi sesuai seleraku. Jadi kupikir akan jauh lebih cepat bagiku untuk mempelajarinya dan membuat-nya sendiri.

Seung Yeon pulang naik bis dan kata2 Do Sang terngiang di kepalanya. Seung Yeon mau menelp Do Sang tapi telp-nya tidak aktif, jadi Seung Yeon meninggalkan voice message dengan marah, Apa aku minta kau kasihani? Mengapa kau minta dia memberikan uangmu padaku? Kau akan membantu jika tidak muntah setelah minum2. Apakah 10 juta Won tidak ada artinya bagimu? Apa jumlah itu terlalu kecil karena kau sekarang kerja di TV? Apa aku pernah minta kau meminjamiku uang? Mengapa kau memperlakukanku seperti pengemis?

Eun Young sedang meeting dan setelah selesai, ia kembali ke kantor. Di jalan di luar kantornya, tiba2 satu demi satu pejalan kaki memberinya bunga mawar. Eun Young bingung, terima kasih, tapi mengapa..? Terima kasih..mengapa kau memberiku ini? Terus saja seperti itu sampai ia masuk ke dalam kantornya.

Eun Young bingung, siapa yang mengirimkan bunga padanya, Siapa dia, aku tidak tahu orangnya, tapi aku akan memberinya pelukan dan terima kasih. Stafnya heran, tapi ini bukan ulang tahunmu kan, mengapa mengirim bunga hari ini? apa ini hari istimewa?

Eun Young ingat, ia dapat postcard yang berisi pesan akan kembali bulan depan tanggal 18. Stafnya berkata ini tgl. 18. Eun Young berkata, 18? jadi dia akan kembali hari ini? Stafnya tanya, siapa? Eun Young, postcard itu dari Hong Kong, seseorang yang kukenal dari HK? Mungkin tapi tidak ..bukan.

Perasaan Eun Young jadi berubah, ah siapa lagi aku tahu orangnya. Tiba2 : Seo Eun Young! Halo lama tidak bertemu...

Eun Young menoleh dan tarra..si pengirim bunga muncul : Mi saeng! ups sorry bukan..dia Han Ji Won. Mantan tunangan Eun Young. Mereka membatalkan pernikahan karena Ji Won naksir teman wanita Eun Young. Eun Young terpana dan gusar. Ji Won dengan percaya diri berkata aku sekarang kerja di gedung sebelah gedungmu. Di Firma Konsultan Sae Mok Partners.

Ji won mengajak Eun Young makan siang. Eun Young sebal, mengapa aku harus pergi? Mengapa kau mengirim kartu pos dan bunga itu? Tidak ada yang perlu dirayakan.

Ji Won : tentu saja ada yang harus kita rayakan, aku baru bertemu lagi denganmu setelah 2 tahun. Aku rindu padamu Eun Young. (hahaha Mi Saeng..astaga harusnya Mi Shil juga muncul, cameo kek, trus ngejewer telinga Ji Won hahaha)

Eun Young melanjutkan kerja, ia harus menelpon Jin soo. Eun Young : Penulis Lee, ini aku. Tapi Jin soo menutup telp-nya.

Eun Young kesal, si brengsek itu. Jin soo membuang telpnya ke tempat sampah. Staf Eun Young berkata, President, penulis Lee sepertinya sibuk, anda bisa mengatakan pada saya..

Eun Young menanyakan kunci darurat.

Jin soo kaget, ah apa ini? mengapa kau selalu menggunakan kunci darurat?
Eun Young : Selain menjadi Mr. Nice Guy kepada orang asing, bisakah kau menjaga sikapmu dengan orang di sekitar, Tuan Penulis. Dan semua ini dari uang perusahaan, jadi kumohon jangan menghamburkan-nya.

Jin Soo : Kau bilang tidak penting.
Eun Young : Biarpun tidak penting, aku President perusahaan ini, dimana kau bekerjasama. Jika President ingin bicara, paling tidak kau pura2 mendengarnya. Apa kau tidak bisa pura2?

Jin Soo : Aku minta maaf Nona President, Ada masalah apa sampai kau menumpahkan kemarahanmu pada penulis malang ini yang kerja keras hari ini agar tidak kena tuntutan. Dosaku hanyalah mengeluarkan sedikit bakat yang kumiliki dan kerja keras, benar?

Eun Young : Apa kau tidak mau mendengarku kalau aku bukan Presiden? Apa kau kira itu tidak terlalu dingin, padahal kita saling kenal paling tidak 10 th?

Jin Soo : Apa hubungan kita? Ah A dan B dalam kontrak, Majikan dan bawahan? Musuh bebuyutan?

Eun Young : Kau menyebutnya dengan sangat jelas.

Jin Soo berkata baik lalu kenapa kau marah? Eun Young akhirnya mengendalikan dirinya dan berkata tidak ada apa2, dan minta maaf karena sudah mengganggu Jin soo. Jin Soo tanya, lalu bunga itu untuk apa? Baru Eun Young sadar kalau ia masih bawa setangkai mawar.

Do Sang kembali dari perjalanan-nya dan akhirnya ia mendengar telp Seung Yeon yang marah padanya. Do Sang menelp Jin Soo. Apa? Kang Seung Yeon tidak masuk kerja selama seminggu ini? Apa? Kau mengatakan semuanya padanya?
Jin Soo : Itu baik kan? Aku akan kirim sisa uangnya, jadi berikan no. account-mu.
Do Sang : astaga..aku sudah bilang jangan mengatakan padanya.
Jin Soo : dia terus saja tanya, dan ada apa denganmu? Kenapa kau tidak bisa mengaku (perasaan-mu) padanya?

Do Sang berkata waktu itu Seung Yeon punya pacar. Jin soo berkata sekarang tidak lagi, kau harus berterima kasih padaku. Tapi Do sang kesal, aku tidak berterima kasih, tidak sama sekali! Jin Soo tidak peduli, sudahlah berikan ac-mu dan berhenti mengeluh. Do Sang tidak mengerti kenapa Jin Soo egois sekali.

Jin soo akhirnya ke coffee shop milik keluarga Kang, dan ia melihat Seung Yeon ada di ujung anak tangga sambil membersihkan neon box cafenya. Jin Soo mendesah, ah anak ini..ia melihat kalau kata2 Coffee salah ejaan-nya dan jadi Caffee, dan bukannya diganti hurufnya dari A jadi O, justru diambil beberapa huruf sehingga jadi Cafe. Benar2 amatiran.

Tapi Seung Yeon punya alasan, karena mengganti huruf itu mahal, jadi lebih baik di ambil saja beberapa huruf. Jin soo berkata akan menunggu di dalam, maaf tapi apa aku bisa pinjam telp? Seung Yeon berkata boleh2..

Jin soo langsung menelepon dan tiba2..Pak! Pak! Tolong aku...oh..tidak! Pak!!! Tolong...!
Jin Soo : oh..oh..oh..tunggu!! dan...BRAK !! Seung Yeon kehilangan keseimbangan dan jatuh menimpa Jin Soo.

Seung Yeon : Apa aku masih hidup? Aku kira aku mendarat di atas sesuatu...Apa kau sakit? Apa punggungmu luka?

Jin Soo : Pergi...pergi aku tidak apa2 apa kau bisa minta bantuan? Jin soo masih memaksakan tersenyum sopan. Jin soo mendarat di atas neon huruf dan ia tidak bisa gerak.

Seung Yeon masuk dan berteriak memanggil ayahnya. Jin Soo berpikir, apa ada yang lebih buruk dari ini? dan tentu saja...hujan turun ...(hahaha kasihan ama ketawa)

Di kantor, Eun Young merasa sebal dan mengeluh panjang pendek dengan temannya di telp. Teman Eun Young berkata, kau cenderung bereaksi berlebihan hanya mendengar nama Han Ji Won. Eun Young membenarkan. Temannya menasihati, kau kalah jika seperti itu, sekarang tenang.

Eun Young menenangkan diri, Lakukan saja yang perlu dilakukan, tidak perlu takut dan Eun Young mendengarkan musik yang lembut, dan minum kopi, sampai melihat ke luar jendela memandang hujan dan ...coba lihat.....

siapa yang melambai dari jendela gedung sebelah..ba...Han Ji Won! Eun Young langsung bete!

Jin Soo benar2 harus berjuang dengan kesabaran-nya menghadapi keluarga Kang. Ayah Kang membuatkan kopi, Seung Yeon melarangnya, kau tidak perlu membuat kopi. Ayahnya heran, mengapa dia basah kena hujan, jadi sesuatu yang hangat kan bagus. Seung Yeon : Ini terlalu murahan untuk seleranya.

Ayah Kang : Mengapa ini murahan? Ini adalah biji kopi terbaik di toko kita.
Seung Yeon : Iya, yang terbaik di toko kita, tapi untuk orang yang mengerti kopi, itu bukan yang terbaik, Ayah.

Nenek Kang meminta Jin Soo memakai rompi pelangi hahaha.. ayo pakai, kalau tidak kau akan kena pilek, bajumu basah semua. Aku merajutnya sendiri dan sangat hangat.
Jin Soo : Aku tidak apa-apa, Nenek.
Nenek Kang : Kau ini benar2 keras kepala..sangat keras kepala.

Adik Seung Yeon : Apa aku bisa minta tanda tangan? Aku Kang Seung Chul. belum selesai dengan itu...nenek Kang datang lagi.

Nenek Kang memaksa Jin Soo dengan obat spray untuk menghilangkan rasa sakit. ini kiriman dari keponakanku di Amerika, ayo diam..dan si Nenek mulai menyemprot...

Akhirnya Seung Yeon dengan susah payah menyingkirkan semua anggota keluarganya dari Jin Soo dan duduk berhadapan. Seung Yeon : Kau tidak perlu memaksa dirimu minum kopi itu. Mengapa kau datang ?

Jin Soo : Do Sang mengeluh padaku, dan kau bahkan tidak masuk kerja. Apa yang harus kulakukan di tengah2? Jin Soo mengulurkan amplop, ini sisa uang yang jadi hutangku pada Do Sang. Aku berharap kalian berdua menyelesaikan ini. Siapapun yang mendapatkannya.

Seung Yeon : Mengapa aku yang menerimanya? Aku tidak akrab dengannya. Dia hanya mencampuri urusan orang lain.

Jin Soo : Lalu mengapa kau tidak terus kerja? Kerja dan ambil uang ini untuk keluargamu dan juga akan baik untuk Do Sang. Aku tidak harus menghadapi keluhan Do Sang. Ini yang terbaik untuk semua.

Seung Yeon : Membuat kopi yang tidak akan pernah kau minum dan meraut pinsil yang tidak berguna. Tidak, aku sudah cukup jadi orang tidak berguna. Aku tidak ingin pergi kesana dan menerima perlakuan yang sama.

Tiba2 ada telp, Seung Yeon mengangkatnya, ternyata ada yang pesan pizza. Jadi sebelum toko itu jadi coffee shop, itu adalah toko pizza. Jin Soo mengambil kesempatan ini untuk menemui Nenek, dan memberikan sesuatu. Nenek, aku harus pergi, taksinya sudah datang.

Seung Yeon selesai menerima telp dan kaget saat melihat amplop uang tidak lagi ada di meja. Seung Yeon mendengar Nenek kaget dan ia tahu kalau Jin Soo memberikan uang itu pada Nenek. Nenek terperangah, ada 9 Juta Won! wow...

Seung yeon langsung lari mengejar taksi, hei..hei..Pak! tunggu sebentar Pak!

Seung Yeon : Pak, apa kau bisa menjadikanku sekretarismu? Tidak bisakah kau memberiku uang setelah aku melakukan pekerjaan dengan baik? Jika aku tidak bisa kerja, kau tidak perlu membayarku. Guru, aku ingin menjadi profesional.
Jin Soo : Pro?
Seung Yeon : Ya, kau bilang aku amatir, jadi kumohon berikan aku kesempatan..hanya sekali saja. Aku bisa melakukannya, aku bisa menyesuaikan dengan standarmu, sekali saja. ya? Kumohon.

Jin Soo tetap menolaknya (OMG this guy is really...) jangan mencoba terlalu keras, susah menyesuaikan dengan standarku, jangan basah2an, dan pulanglah.

Seung Yeon tetap memohon, aku akan mencobanya. Jin Soo : Aku pikir kau tidak akan bisa.
Seung Yeon : Ya, aku bisa
Jin Soo : Tidak
Seung Yeon : Aku bisa
Jin Soo : Tidak

Akhirnya Jin soo berkata, kau akan jadi profesional sampai pada tahap aku memohon agar kau kerja padaku? Seung Yeon menyanggupinya. Jin Soo : hei sampai kapan kau akan seperti itu, masuklah.

Seung Yeon masuk ke dalam mobil. Jin soo tanya, apa kau tahu apa profesional itu? Seung yeon : apa?
Jin soo : Kau bilang mau jadi profesional?
SeunG yeon : Um..jadi pro adalah kebalikan dari amatir??

Keesokannya, Jin Soo dan Eun Young duduk di cafe di apartemen Eun Young. Ada apa dengan posturmu? kau seperti nenek2.
Jin Soo : Punggungku sakit.
Eun Young : Ayo ceritakan padaku aku ingin tahu..

Seung Yeon : selamat pagi. Eun Young heran melihat Seung yeon dan bertanya pada Jin Soo, mengapa dia datang? bukankah kau bilang dia berhenti?
Jin soo berkata kalau Seung Yeon ingin jadi sekretaris profesional. Eun Yong hanya berkata apa kau stress ya karena menulis buku lagi? Jadi kau perlu korban untuk pelampiasan?

Jin Soo menyangkal, tidak dia yang berkeras kerja. Eun Young : Kau benar jahat.
Tiba2 ada seseorang memanggil : Lee Jin Soo!!
Jin Soo : Sunbae! (Jin Soo melambai pada Ji Won)

Ji Won mengundang Jin Soo makan siang. Jin Soo menyanggupi, lalu Ji Won pergi sambil melambai dan berkedip.
Jin Soo sebal, gila mengapa dia berkedip? (karena Mi Saeng memutuskan untuk meniru Bi Dam hahaha...soalnya kata Bi dam, paman, kalau berkedip maka akan memberikan nuansa lain dalam scene..)

Jin soo tanya pada Eun Young, kau sudah bertemu dia? kapan? Eun Young mengatakan kemarin, aku menelponmu karena marah melihatnya tapi kau membuang telepon-mu ke tempat sampah!!
Jin Soo meniru tingkah Ji Won dan Eun Young jadi ketawa tapi itu sebelum Eun Young tanpa sengaja menumpahkan kopi ke wajah Jin soo.

Seung Yeon ternyata datang pagi untuk belajar membuat kopi pada barista di cafe milik Eun Young. Kau lihat buih yang muncul? Pertama, kau basahi biji kopi untuk menghangatkannya.
Seung yeon mencatat, rasanya paling enak kalau kau tidak menggoyangkan tanganmu. Juga bagus jika kau berhenti sejenak saat menuang air. Seung Yeon heran, apa itu akan mengubah rasanya? Terima kasih sudah mengijinkanku belajar.

Seung Yeon juga mengamati benar2 pinsil rautan Jin Soo, dalamnya 8 mm, panjangnya 3.3 cm Aku kira dia merautnya 12 kali. Jin soo mengamati pinsil hasil rautan Seung Yeon dan ternyata ada 2 yang lolos, sigh..paling tidak ada kemajuan.

Tapi saat minum kopi buatan Seung yeon, apa kau ingin aku mati setelah minum ini?
Seung Yeon : Aku mencoba membuatnya lebih ringan, aku akan membuatnya lagi.

Jin soo : sudahlah, saat aku mendapatkan kopi pagiku, itu sudah waktunya makan siang, jadi lupakan.

Ada pengirim gas datang dan Jin Soo meminta Seung Yeon duduk. Jin Soo : Pegang ini, aku menulis beberapa kalimat, dan aku ingin kau membacanya setelah kau menghirupnya.
Seung yeon heran, kau mau aku menghirupnya?
Jin Soo : tenang saja. Itu gas helium dan bukan Carbon Monoksida. Kau harus menghirupnya dengan cukup banyak karena dialognya panjang.

Dan saat Seung Yeon membaca dialognya, yang keluar adalah suara Mickey Mouse kebayang dong..! Jin Soo ketawa geli (jadi Eun Young benar, Seung Yeon hanya untuk pelepas stress)

Seung Yeon kesal dan marah, tapi Jin Soo justru berkata suara marahmu benar2 lucu. Jin Soo ngakak.

Kemudian, Jin Soo menyuruh Seung Yeon main hulahop. Kau membuatku melakukan ini agar kau bisa menertawaiku, iya kan?
Jin Soo : Apa kau tidak tahu tugas paling penting dari sekretaris penulis? Untuk membantu menghilangkan stress dari pekerjaan-nya (hahaha makes sense sih..) Aku kira kau ingin jadi profesional.
Seung Yeon : Tapi bukankah ini penyiksaan secara mental? Bagaimana kau bisa menjadikan sekretarismu pelampiasan stress-mu? Jin Soo beralasan itu tugas sekretaris.

Seung Yeon : Jadi jika kau merasa stressmu berkurang dengan pelecehan seksual, maka aku harus melakukannya juga?
Jin Soo : Apa maksudmu? Aku tidak melepaskan stress melalui pelecehan seksual.

Sorenya Seung Yeon menonton TV bersama adiknya dan merenung, bagaimana dia bisa normal kalau semua novelnya eksentrik? Apa ia punya banyak kepribadian? Atau psikopat? Mereka menonton The Shining.

Seung Yeon berkomentar, lihat itu..penulisnya mulai gila. Seung Chul berkata, apa kau pernah lihat film dengan penulis yang tidak gila? Bagaimana bisa penulis yang waras membuat film seperti ini? Dia bukannya akan menembak orang kan, dia hanya gila setelah stress karena tidak bisa meneruskan menulis.

Seung Chul mengomentari film, tidakkah ia akan menjadi psikopat seperti itu? Lihat, dia mencoba membunuh isterinya! Kerja saja yang baik jika kau tidak ingin ditikam punggungmu. Seung Yeon pusing, sekretaris apa yang harus khawatir akan ditikam punggungnya? Dan itu sama sekali tidak menghibur Seung Yeon.

Eun Young melihat Ji Won dan ia menghindarinya dengan pergi cepat2. Ji Won tanya, bukankah tadi Eun Young yang barusan pergi? Jin Soo membenarkan. Ji Won heran, apa dia melarikan diri dariku? Yah kalau begitu kita makan siang berdua saja ya, ayo pergi. Ji Won benar2 cuek dengan sikap Jin Soo dan EUn Young yang jelas2 tidak nyaman berada di dekatnya. Memang tebal muka.

Han Ji Won bahkan berkata pada Jin Soo : Jujur saja, ini benar2 berat untukku. luka yang kudapat dari Eun Young sangat besar.
Jin Soo : Bukannya luka yang kau berikan pada Eun Young?
Ji Won : Tapi waktu menyelesaikan segalanya. Aku kembali karena aku merasa aku bisa memaafkannya.
Jin soo : Bukankah seharusnya, kau merasa Eun Young yang sekarang bisa memaafkanmu?
Ji Won : Kau pintar bercanda! Jin soo..aku kembali karena aku ingin mulai lagi dengan Eun Young.

Jin Soo pesimis, apa Eun Young ingin kembali pada Ji Won? Ji Won tahu itu, jadi kau perlu membantu agar kami bisa bersama lagi.
Jin Soo : Aku kira tidak ada yang bisa kulakukan.

Ji Won : Aku tidak akan seperti dirimu. Kau pasti sangat menyesalinya sekarang. Ini telpnya, hey telp Eun Young.

Seung Chul : Kakak..cepat cepat, disana, disana..
Seung Yeon : Dimana?
Kedua kakak beradik Kang itu berusaha menangkap kucing liar, sepertinya itu tugas aneh dari Jin Soo lagi, keduanya gagal.

Ayah Kang datang dengan kucing. Seung yeon heran, darimana ayah mendapatkannya? Ayahnya menjawab, aku beli seharga 30 ribu WOn, apa ini cukup bagus? Seung Yeon melihat kucing itu cukup bagus, tapi bossnya pasti akan tahu kalau itu kucing rumahan biasa.
Untuk menunjukkan bahwa itu kucing liar, mereka mencukur bulu kucing itu di beberapa tempat. (oh tidak jangan menyakiti hewan)

Saat menemui Boss Jin Soo, Seung Yeon berkata, aku kesulitan menangkap kucing ini di tempat sampah. Tapi Jin soo langsung tahu, itu bukan kucing liar, mengapa kau bawa kucing rumahan?
Seung yeon : Tapi ini benar2 kucing liar, aku menangkapnya di tempat pembuangan sampah bersama adikku. Benar.

Jin Soo tidak bilang apa-apa, dan memberikan cat food, buku tentang kucing, aku tahu kucing lebih banyak darimu. Seung Yeon berkeras, tapi kalau kucing rumahan meninggalkan rumah maka akan jadi kucing liar kan? Bukan hewan yang lain, kucing liar mirip dengan kucing rumahan kan.

Jin Soo : Apa kau tahu mengapa aku tidak menggunakan pensil yang kau raut meskipun itu mirip? Karena itu mirip.
Seung Yeon : Maaf?
Jin Soo : Harus sama, bukan mirip. Kau mau jadi pro, jika kau ingin bohong, kau harus bohong dengan sempurna.

Jin Soo : Menyamarkan kucing rumahan sebagai kucing liar...dan tidak mendapat satu goresan pun? Berapa harganya?
Seung Yeon : 30 ribu Won.
Jin Soo : Kembalikan!

Eun Young sedang kerja dan tiba2 telp-nya bunyi, Eun Young : Seo Eun Young disini, wow..apa ini, Penulis Lee meneleponku?
Jin Soo : Ini aneh kan?
Eun Young : Kenapa kau telp?
Jin Soo : Ayo makan malam bersama.
Eun Young : Mengapa tiba2 makan malam?
Jin Soo : Ini bukan seperti aku kan? Mengapa aku bertingkah aneh seperti ini?
Eun Young : Apa ini? Ini Kuis? Ah masa bodoh aku lapar, aku akan turun.

Eun Young tidak menyadari petunjuk Jin soo yang sebenarnya ingin menekankan, kalau ini BUKAN dirinya, Jin Soo bahkan memberi tanda dengan lambaian dan kedipan mata, tapi Eun Young tidak ngeh juga.
Eun Young masuk mobil dan baru sadar kalau ada Ji Won juga.

Eun Young : Apa ini? Ini penculikan.
Ji Won : Kita bertiga akan makan malam bersama, Jin Soo yang mengusulkan.
Eun Young : Penghianat, apa yang kau lakukan?
JIn soo : Kau seharusnya memperhatikan aku sudah memberimu petunjuk.

Ji Won : Aku menggunakan Jin soo sebagai umpan. Aku kira umpannya bagus, karena kau langsung memakannya dengan cepat.
Ji Won : Apa kalian sedemikian dekat? Aku pikir kalian musuh yang selalu berkelahi jika aku tidak ada.

Jin soo : Musuh dalam selimut akan kerja sama jika ada musuh dari luar.
Ji Won : Apa? Siapa Musuh dari Luar? Oh Korea Utara? (bukan..Baekje!)

Jin soo berbisik, bagaimana kau bisa kenal orang itu?
Eun Young : Aku masih polos waktu itu, lagipula kau yang mengenalkannya padaku.
Jin soo : Aku pasti juga masih polos.

Mobil berhenti di lampu merah, Jin soo melihat kesempatan dan berkata Presiden Seo nikmati makan malam-mu, dan ia membuka pintu mobil lalu..lari...!!
Eun Young : hei..hei! Hei kebiasaan itu muncul lagi. kau pasti akan mati. Mati kau!
Ji Won : Wow..aku tidak minta dia melakukan ini.

Jin Soo pulang ke rumah dan menemukan dompet Seung Yeon, anak itu..apa dia pulang ke rumah tanpa membawa dompet? Tiba2 pintunya di gedor, Pak..! ini aku.
Jin soo membuka pintu dan ternyata Seung Yeon datang dengan kucing liar dan wajahnya penuh cakaran. Jin Soo berkata itu juga bukan kucing liar.

Seung Yeon sangat yakin, bahkan dia berkata, aku akan membuka bajuku dan menari untukmu jika itu bukan kucing liar.
Jin Soo : apa kau mau menari telanjang?

Keduanya pergi ke dokter hewan untuk mencari pembuktian. Dokter itu kaget, bagaimana Seung Yeon bisa menangkap ini? Jin soo pikir itu benar2 kucing liar, tapi dokter meneruskan, ini seekor lynx (bukan hanya kucing liar, tapi benar2 hewan liar, lebih tepatnya kucing hutan, mirip harimau kecil). Dokter hewan kagum, ini benar2 hewan langka. Aku harus menelepon pusat hewan besok pagi.

Seung yeon ada di rumah dan mengobati lukanya. Sambil ngomel karena Jin Soo menggodanya itu bukan kucing liar, apa kau siap menari telanjang? Memang bukan "hanya" liar, tapi buas hahaha dasar.

Paginya Seung yeon muncul di apartemen. Jin soo menegurnya, kau terlambat hari ini. Seung Yeon berusaha bersikap biasa dan menawarkan kopi. Melihat Jin soo yang kalem, ia pikir ia lolos.

Tapi kemudian Jin Soo berkata : Aku menunggu sepanjang malam dan berpikir kau akan menari telanjang seperti janjimu. Dengan memasang musik NKOTB (New Kids On The Block? astaga...musik jaman jadul, hehe jadi inget teman2ku yg bolos gara2 mau nonton konser NKOTB di Jkt waktu SMA haha, trus guru sejarah geleng2 lihat kelas yang seperempat kosong, trus wali kelas yang bilang yang pergi ke konser hari itu akan berhadapan ama guru BP hahaha astaga ...)

Sementara itu Eun Young murka dengan Jin Soo : Kau benar2 mati Lee Jin Soo, bagaimana kau bisa menghianati aku seperti itu? Eun Young menuju apartemen Jin Soo.

Di dalam apartemen, Seung Yeon menari berkeliling mengikuti musik dan Jin Soo duduk di kursinya, bersandar, dan menikmati performance.

Sementara Eun Young naik ke atas dan kaget mendengar musik yang keras sekali. Apa itu ribut2?

Jin Soo berkata, ngomong2 bukankah kau bilang kau mau menari telanjang? Jin soo sebenarnya tidak berniat benar2 minta Seung Yeon menari telanjang, hanya untuk menggodanya saja.

Seung yeon pelan-pelan mengangkat bajunya ke atas dan akan mulai membukanya, Jin soo panik dan berteriak, TTTungggu..!!!

Coffee House Page 1

Genre : Romance
Episode : 16
Produksi : SBS, 2010
Tayang : Senin-Selasa

Cast :

Kang Ji Hwan as Lee Jin Soo
Park Si Yeon as Seo Eun Young
Ham Eun Jung as Kang Seung Yeon
Jung Woong In as Han Ji Won
Ahn Kil Kang as Kang Jin Man (Ayah Seung Yeon)

Page 1

Seung Yeon duduk di cafe kecil milik keluarganya dan berkhayal :
Seung Yeon : Semua komik yang kusuka memiliki awal seperti ini, pria yang memiliki segalanya mulai merasa bosan dengan rutinitas hidupnya, dan memutuskan melakukan hal yang berbeda.

Seperti yang terjadi pada Lee Jin Soo. Ia menyetir bersama 2 orang karyawan perusahaan penerbitan yang menemaninya ke acara tanda tangan buku.


Jin Soo : Aigoo, mobil2 ini hampir2 tidak bergerak.
Staf penerbit : Iya, aku memutuskan untuk mencoba rute baru dan sepertinya di sini macet. Aku seharusnya lewat jalur yang biasa. Tapi jangan khawatir, setelah kita lewat jembatan, kita akan sampai. Kita hampir sampai.
Jin Soo : Setelah lewat jembatan? (Padahal macet total)

Kedua staf itu meyakinkan Jin Soo kalau acara tanda tangan buku biasanya molor 1 jam, jadi tenang saja.
Jin Soo memutuskan untuk keluar dari mobil. Kedua karyawan itu teriak2, Pak anda mau kemana, Pak..Pak kalau anda seperti itu kami akan dipecat. Jin Soo hanya tersenyum dan jalan ke arah yang berlawanan. Kedua staf itu panik, mereka tidak bisa mengejar Jin Soo. Jin Soo berhenti sebentar dan berbalik sambil nyengir pada mereka.

Dan tempat tokoh utama melarikan diri dari pekerjaan-nya adalah tempat sederhana dimana gadis ini berada.
Hujan turun dan membuat kedua staf itu tidak melihat Jin Soo yang masuk ke dalam cafe. Seung yeon masih tidak melihat ke arah Jin Soo dan tanya apa kau mau pesan ? Lalu ia menoleh dan ..wow..! Seung Yeon terpesona.

Jin Soo : apa aku bisa minta cappuccino?
Seung Yeon : Satu Cappuccino? Mau dibawa? Jin Soo : Tidak, akan kuminum disini.

Maaf.. Seung Yeon melihat tissue yang digunakan Jin Soo menghapus air hujan lengket di wajahnya, dan ada "awkward moment" saat Seung Yeon mengambil tissue itu dari Jin Soo hehe

Seung Yeon jadi sadar, pria seperti ini adalah pria dalam fantasinya, seperti di buku komiknya (Inilah dia..Inilah bagaimana ceritaku akan mulai..). Eun Young melihat Jin soo dengan pandangan berbeda, Jin Soo bisa tiba2 bercahaya. Konyol!

Di pesawat, Eun Young dikenali oleh pria yang duduk di sebelahnya. Eun Young : Mengapa? Pria : Apakah kau wanita ini? dia tanya sambil menunjuk ke majalah yang dibacanya, Pria itu memuji Eun Young. Kau bahkan lebih cantik daripada yang di majalah.

Pria itu tanya lagi, ia tidak tahu banyak mengenai perusahaan penerbitan, tapi ia kagum membaca kisah Eun Young, bagaimana kau bisa jadi wanita karier sesukses itu? Pria itu terus memuji Eun Young.

Eun Young menggunakan telp pesawat untuk mengecek pekerjaan-nya. Ternyata dia boss 2 staf penerbit yang kebingungan itu. Mereka bingung saat ponsel mereka berbunyi. Bagaimana ini? ayo jawab, itu pasti President. Akhirnya mereka menjawabnya dan lapor kalau ada masalah.

Eun Young menanyakan acara tanda tangan buku, dan keduanya mengaku kalau Jin soo melarikan diri. Eun Young marah, apa kalian tidak mendengar perintahku? aku bilang jangan biarkan ia hilang dari pandanganmu! Kalian harus menemukan dia! Setelah menutup telp, Eun Young meminjam buku karangan Jin Soo dari pria di sisinya.

Eun Young masuk ke toilet pesawat dan ngamuk! Ia menghancurkan buku Jin Soo, manusia tidak berguna..! dasar brengsek! sampah! dan ia benar2 menghancurkan buku itu dan membuangnya. Setelah itu, Eun Young menenangkan diri dan kembali ke tempat duduknya dengan anggun. Dia minta maaf pada pemilik buku kalau bukunya basah.

Dalam hati Eun Young berkata: Baik, ini adalah yang terakhir kalinya, benar2 yang terakhir, jadi tabahlah Seo Eun Young...

Mantan pacar Seung Yeon masuk ke cafe dan marah, hei kau seharusnya mengangkat telp-mu! Seung Yeon berkata mengapa harus mengangkat, kau sudah tidak berarti bagiku. Mantan-nya kesal, jika kau mau mengakhiri hubungan, kau seharusnya bicara langsung bukannya sms!

Seung Yeon tidak mau mendengar lagi dan lari masuk kamar mandi. Mantan-nya kesal, ayo keluar!! Aku tidak akan pergi, keluar! Keduanya bertengkar dan akhirnya pria itu menyerah dan pergi.

Jin Soo akhirnya mengetuk pintu toilet, maaf..aku tadi minta cappuccino. Seung Yeon kaget sekali dan ia minta maaf. Ternyata pintu toiletnya macet. Seung Yeon, maaf..pelanggan? Jin Soo : Ya?

Seung Yeon : Maaf..aku kira pintunya macet, apa kau bisa membukanya dari luar? Jin Soo mencobanya tapi tidak berhasil juga. Seung Yeon minta Jin Soo menelp keluarganya. Ponselnya ada di kasir. Jin soo mencobanya tapi tidak ada yang mengangkat.

Seung Yeon mengeluh dalam hatinya, mengapa yang terjadi di komik tidak terjadi padanya...Akhirnya Jin Soo memanggil tukang reparasi. Seung Yeon minta maaf dan berkata Jin soo bisa mengambil uang kopinya kembali.

Saat Jin Soo ada di meja depan, ada seorang pelanggan datang dan memesan kopi : Anak muda, 2 Americanos, 2 cafe latte, 2 cappuccino. Dan ternyata Jin Soo bisa juga membuat kopi, mirip barista beneran. (kok keren ya...hehe)

Tiba-tiba teman Jin Soo datang. Namanya Do Sang, hei..apa yang kau lakukan di sini? Jin Soo berkata ada pelanggan memesan kopi. Do Sang ternyata kenal Seung Yeon, mana pemiliknya? Mana Seung Yeon? Jin Soo heran, kau kenal dia? Do sang berkata dia adalah adik kelasku di SMU. Jin soo : oh dia ada di kamar mandi.

Tukang reparasi datang dan ternyata Seung Yeon sakit perut dan teriak jangan...tunggu dulu..jangan dibuka! Seung Yeon tertangkap basah sedang "deposit" dengan celananya melorot.

Setelah tukang reparasi itu pergi, Seung Yeon keluar dengan muka malu dan Do Sang menyapanya. Seung Yeon kaget, sunbae! Do Sang ketawa, wow..kau melakukan-nya ketika terkunci ya..Kang Seung Yeon yang terbaik!!

Jin soo berkata tadi ada pelanggan dan uangnya ada di kasir. Seung Yeon terpana. Seung Yeon akhirnya sadar, kalau Jin Soo itu novelis terkenal. Lee Jin Soo!

Pihak perusahaan penerbit minta maaf dan berkata pada para fans yang menunggu dan wartawan kalau Lee Jin Soo mendapat "kecelakaan" mobil!

Keluarga Seung Yeon berkumpul untuk sembahyang memperingati kematian ibu Seung Yeon. Seung Yeon melihat muk (jelly) hancur, dan bagaimana bisa semangka ini hancur? Neneknya berkata kita bisa memotong semangkanya dan meletakkan di sebelah atas, dan ikan keringnya juga bisa diatur.

Seung Yeon kesal, apa ini tidak keterlaluan? dia meninggal belum lama...Tiba2 ponselnya berdering, mantan pacarnya menelepon. Mantan-nya marah2 dan menuduh Seung Yeon mengirim seluruh keluarganya untuk menyerangnya. Seung Yeon bingung, dan ternyata keluarganya melihat Hee Sok (mantan Seung Yeon) itu sedang dengan gadis lain. Mereka memukuli Hee Sok dengan bahan makanan yang mereka beli.

hihihi..Chil Suk memukul pakai ikan asin

Seung Yeon baru sadar, itulah mengapa makanan itu berantakan semua. Seung Yeon mengaku dia sudah putus dengan Hee Sok, dia yang mencampakkan Hee Sok, jadi tenang saja. Keluarganya setuju, neneknya juga tidak suka dengan Hee Sok.

Jin Soo ada di Ulleungdo (pulau sebelah timur) dan ketika kembali ke rumah, Eun Young sudah meninggalkan pesan, Penulis Lee, kita akan mengadakan pertemuan mengenai pelanggaran kontrakmu, jadi bersiaplah. Aku sudah mengirim surat resmi isinya mengenai setiap wawancara yang yang kau gagalkan, setiap acara yang tidak kau hadiri, dan setiap pelanggaran kontrakmu.

Eun Young : Pergi di tengah acara 5 kali, tidak menghadiri interview, 8 kali. Tidak menemui penerbit 44 kali. Menghilang tanpa pemberitahuan, 28 kali. Tidak bisa dihubungi total 130 kali. Jadi bersiaplah, kami akan menuntutmu. Sepertinya ini akhir dari kerjasama kita.

Awalnya Jin Soo kaget juga tapi suara Eun Young berubah saat mengatakan : Pasti sedih. Sedih? Omong Kosong. Kau tahu kau tidak akan pernah bisa menang dengan tuntutan ini kan? Sampai kapan kau kira aku akan membiarkan ini semua? Ada yang ingin kukatakan tapi belum bisa, apa kau tahu apa itu? sederhana, kau manusia tidak berguna, brengsek!!

Jin Soo ketawa mendengarnya.

Di kantor, Eun Young membuka champagne dan staff-nya sedikit tidak enak, karena mereka merasa menyesal jika harus kehilangan Lee Jin Soo sebagai pengarang. Tapi sepertinya Eun Young lega karena bebas dari Jin Soo.

Jin Soo tiba, tepat saat mereka mengangkat gelas untuk toast. Jin Soo : Wow..kau benar2 berpesta setelah menghancurkan orang brengsek ini, iya kan?

EUn Young : Oh, Penulis Lee, kau di sini ya? Kita sedang berpesta.
Jin Soo : Hei, dengan hubungan kita, bagaimana kau bisa menuntutku? bukankah itu terlalu berlebihan?
Eun Young : Hubungan apa? Pihak A dan Pihak B dalam kontrak? Atasan dan Bawahan? atau...musuh?

Jin Soo : saat kau di Amerika, Presiden Seo, aku menulis sinopsis saat di Ullengdo dan aku pikir ceritanya menarik. Jin Soo melipat sinopsisnya menjadi kapal terbang dan melemparkan ke arah Eun Young yang mendarat di atas kue.

Jin Soo : Coba baca..kalau kau ada waktu.

Semua membeku. Eun Young tertegun tapi dia berkata, mengapa kau minta kami membacanya? Bawa saja pada penerbit lain, tentu saja..apakah kau akan bisa membuat buku tanpa ide? Kalau kami mulai menuntutmu di sidang, kau akan sangat menderita paling tidak selama...3 tahun?

Jin soo tidak terpengaruh dan berkata ini benar2 bagus, coba saja, bahkan juga bagus untuk film. Eun Young diam sejenak, tapi ia tetap pada pendiriannya, Eun Young meremas kertas tanpa membukanya dan menjatuhkannya dalam gelas champagne-nya.

Jin Soo kaget dan berkata, hanya itu satu2nya kertasnya, ia tidak memiliki copy-an lain. Tapi Eun Young tidak bisa mundur lagi, ia melanjutkan mengguncang2 gelasnya dan berkata kalau begitu sayang sekali...

Jin Soo akhirnya pergi. Begitu Jin Soo pergi, semua dengan panik mencoba menyelamatkan kertas basah itu, perlahan membuka lipatan kertasnya dan Eun Young mulai membacanya, dan reaksinya mengatakan isi sinopsis itu, Jin Soo benar, ini LUAR BIASA. Ini Jackpot!

Eun Young berkata, si brengsek itu mulai benar2 menggunakan bakatnya. Karyawan-nya heran mengapa Eun Young selalu memanggil Lee Jin Soo sebagai si brengsek, Eun Young berkata, kau belum mengenalnya, jika nanti kau kenal dia, maka kau tahu dia itu memang brengsek.

Di rumah, Jin Soo menemukan sinopsisnya berhasil diselamatkan dan tertempel di pintunya, dengan catatan Post-it dari Eun Young : Pakai sinopsis ini untuk membuat draft dalam 6 bulan, jika kau tidak selesai dalam jangka waktu itu, aku akan mulai persidangan untuk menuntutmu. Kau bisa melakukannya. Aku percaya padamu. Penulis Lee, semangat!!

Jin Soo tersenyum simpul membacanya.

Seung Yeon mendapat telp dari Do Sang kalau ada pekerjaan untuk Seung Yeon. Awalnya Seung Yeon minta Do sang menelp lagi nanti karena ia sedang sembahyang untuk ibunya. Tapi nenek dan ayahnya mendesak untuk segera cari tahu pekerjaan apa yang ditawarkan Do Sang.

Do Sang : Apa kau ingat temanku yang waktu itu di coffee shop?
Seung Yeon : Penulis Lee Jin Soo?
Do Sang : Apa kau mau mencoba kerja menjadi sekretarisnya?

Seung Yeon tentu saja senang sekali, tapi juga bingung karena ia tidak punya background kerja apalagi pengetahuan sastra. Keluarganya ikut heran, tapi langsung bersorak, whatever..pekerjaan ya pekerjaan, Apalagi gajinya menggiurkan, 100,000 won sehari!! Mereka mulai berhitung kalau 5 hari 500 ribu Won, 2 juta Won sebulan, dan 24 Juta Won setahun ..hore..!!

Paginya, Seung Yeon muncul di apartemen Jin Soo : Halo, namaku Kang Seung Yeon. Aku mendapat telp dari Do Sang sunbae ...
Jin Soo : Masuklah.
Seung Yeon : Aku sudah menulis resume kalau diperlukan.

Jin Soo membacanya, jadi latar belakangmu kimia? Seung Yeon membenarkan tapi ia benar2 suka buku dan juga suka menulis secara online.

Jin Soo berkata ia harus menyelesaikan pekerjaan-nya dalam 6 bulan, jadi ia mempekerjakan Seung Yeon juga selama 6 bulan. Lalu Jin Soo menerima telp, Seung Yeon melihat dengan kagum, bagaimana bisa di dunia ini ada pria seperti dirinya? Bagaimana bisa ada pria yang tidak bercela, kaya, tampan, dan berbakat? Dia sopan, ramah, dan juga murah hati...Bagaimana bisa demikian sempurna, Jadi aku akan kerja untuk pria seperti dia? Apa ini bukan mimpi? Bukankah ini terlalu bagus?

Jin Soo menerima telp dari Eun Young dan berkata ini sekretaris yang mulai kerja. Eun Young bingung, dan telp langsung diserahkan pada Seung Yeon. Jin Soo : Katakan halo, ini kepala perusahaan penerbitan, Presiden Seo Eun Young. Seung Yeon langsung mengucapkan salam.

Setelah itu, Seung Yeon yang terlibat urusan dengan karyawan penerbitan. Staf penerbitan mengeluh mengenai Jin Soo, Dia tidak punya mobil, dia juga tidak punya ponsel jadi susah sekali menghubunginya, Dia selalu membuang ponsel yang kami berikan, jadi pastikan untuk mengambil telp itu kembali. Oya, kalau ia sedang menulis draft hanya ada 2 hal yang ia inginkan, 10 pinsil yang sudah diraut tajam..dan kopi.

Seung Yeon menyiapkan itu semua. Jin Soo mengucapkan terima kasih dan mencicipi kopinya, dan Seung Yeon melihat Jin Soo tidak terlalu suka, jika kopinya terlalu kental..Jin Soo : tidak, tidak apa. Cara meraut pinsilnya juga tidak sesuai standarnya dan suara ketikan Seung Yeon mengganggunya.

Jin Soo tidak tahan lagi dan berkata, maaf..Seung Yeon menoleh, iya?

Jin soo : Kalau kau turun ke cafe di lantai satu, ada buku berjudul Fossils of the Ages. Apa kau bisa merangkumnya untukku dan memasukkan-nya ke komputer?
Seung Yeon : Fossils of the Ages? Baiklah, aku akan segera kembali.
Jin Soo : Tidak, tidak, lebih baik kalau kau membawa laptop sekalian dan kerja di bawah. Kau tidak boleh membawa buku itu keluar dari cafe.

Jin Soo mengatakannya sambil tersenyum manis. Seung Yeon mengerti dan ia keluar dengan laptopnya, tapi ada yang ketinggalan dan ia kembali ke atas dengan senang karena sudah diberikan tugas baru.

Tapi Seung Yeon kaget saat melihat Jin Soo membuang semua pensilnya ke tong sampah dan menajamkan pensil dengan standarnya sendiri. Membuang kopi buatan-nya dan membuat kopi sendiri. (org seperti ini...org ini..arrghhxcsfdfst memang menyebalkan)

Seung Yeon turun dengan sedikit kecewa dan ia ke cafe meminjam buku Fossils of the Ages. Ternyata buku itu dalam bahasa Inggris, yang membuat Seung Yeon semakin putus asa.

Ternyata itu cafe milik Eun Young. Eun Young datang dan heran, apa yang dilakukan gadis itu disini? Stafnya berkata Penulis Lee memintanya meringkas buku dan memasukkan-nya ke komputer. Eun Young heran, benarkah?

Eun Young menyapa Seung Yeon dengan ramah, jadi dia memintamu merangkum buku ini? Seung Yeon membenarkan dan merasa malu, ya, tapi bhs Inggrisku kurang bagus.

Eun Young meminjam bukunya dan berkata, dia memintamu merangkum ini?? Eun Young bergumam, kau membuatku gila Lee Jin Soo. Seung Yeon kaget, mm..mengapa? Eun Young menutupinya dan berkata ah tidak apa-apa. Ia merasa kasihan dengan sekretaris baru ini.

Seung Yeon tetap di cafe hampir sepanjang hari sampai Jin Soo meneleponnya. Seung Yeon minta maaf, ia tidak punya kamus dan jadinya ia baru bisa merangkum lima halaman saja. Jin Soo tersenyum dan berkata : Kau bisa melakukannya dengan perlahan. Terima kasih atas kerja kerasmu. Kau bisa pulang sekarang.

Seung Yeon : tapi buku ini...
Jin Soo : Bacalah kembali besok, ada banyak waktu.

Jin Soo membayar upah Seung Yeon dan pesan hati-hati di jalan. Seung Yeon membelikan makan malam istimewa untuk keluarganya dari gaji pertamanya, dan mereka berharap agar Seung Yeon bisa terus bekerja 6 bulan..setahun..6 tahun...

Seung Yeon berpikir, apa ada pekerjaan seenak ini, membaca 5 halaman buku sepanjang hari, membuat kopi dan meraut pinsil dan dibayar 100 ribu Won sehari, Oh Tuhan semoga pekerjaan ini akan bertahan lama.

Hari berlalu...Seung Yeon datang kerja dengan semangat, selamat pagi Pak! Aku hanya dapat 3 halaman hari ini. Jin Soo : tidak apa2 dan terus seperti itu..

Setiap hari Seung Yeon bertekad melakukan 2 pekerjaan-nya dengan se-sempurna mungkin, membuat kopi dan meraut pinsil. Tapi selalu saja Jin Soo membuangnya dan menyiapkan sendiri dengan caranya. Setiap hari Jin Soo membayarnya dengan tersenyum ramah dan berkata terima kasih.

Terima kasih
Terima kasih untuk kerja kerasmu
Terima kasih

Seung Yeon stress.

Ia minum soju dan mengeluh pada sunbaenya, Tapi kak, tentang Tuan Penulis..dia memberiku uang tapi tidak minta aku mengerjakan apapun.

Do Sang hanya tertawa, itu bukan masalah kan? Kau tidak perlu khawatir. Karakternya memang seperti itu, ia sudah biasa gila seperti itu dan dia itu brengsek.

Seung yeon bingung, ia orang brengsek? Do Sang berkata karakter normalnya adalah gila dan brengsek. Seung Yeon tidak mengerti dan saat di taksi, ia menceritakan hal itu pada pengemudi taksi. Awalnya sang pengemudi berkata kalau pria itu pasti menyukaimu.

Seung Yeon : tidak, itu tidak mungkin Paman. Jadi pengemudi taksi itu mengusulkan kalau begitu tanya langsung saja pada orangnya. Seung Yeon merasa itu ide hebat dan ia minta taksi kembali. Kembali ke apartemen-nya. Kembali ke shinsa-dong.

Seung Yeon menggedor pintu apartemen Jin Soo. Seung Yeon ingin tahu mengapa Jin soo tidak menyuruhnya melakukan apa-apa. Jika kau tidak suka kopiku, kau tinggal bilang. Atau kau bisa minta aku berhenti. Mengapa kau mempermainkanku?

Jin Soo ketawa. Bukankah pekerjaanmu menyenangkan dan mudah? Seung Yeon : Kata siapa? itu pelanggaran etika kerja. Fossils of the Ages, mengapa kau memintaku membacanya?

Seung yeon berkata menghabiskan waktu melakukan hal yang sama membuatnya muak dan capai. Kemudian Seung Yeon berpikir dan memberanikan diri tanya, apa mungkin..mungkin..apa kau tertarik padaku? apa mungkin kau jatuh cinta pada pandangan pertama di cafe?

Jin soo melihat Seung Yeon dengan geli dan Seung yeon membela diri, itu karena tingkah lakumu benar2 konyol. Jadi sebenarnya apa alasannya?

Jin Soo mengaku ia ingin membayar Do Sang sebanyak 10 juta won untuk melakukan pekerjaan baginya tapi Do Sang menolak dan berkata berikan saja pada Seung Yeon. Pekerjaan ini sebenarnya alasan saja, sebagai balasan untuk Do Sang.

Seung Yeon bingung, mengapa? Jin Soo tersenyum, kau seharusnya tahu mengapa. Seung Yeon sadar: Do Do Sang sunbae menyukaiku?

Jin soo mengusulkan agar Seung Yeon tanya sendiri pada Do Sang dan memintanya keluar, maaf tapi aku banyak pekerjaan. Seung Yeon keluar, tapi kemudian kembali lagi dan berkeras mendapat jawaban-nya.

Jin Soo mengangkatnya menjadi sekretaris tapi tidak memberinya pekerjaan, bukankah itu pemborosan? Mengapa?

Jin Soo : Karena kau tidak bisa memenuhi seleraku. Aku ini lebih pilih2 daripada kelihatan-nya, kau tahu.

Seung Yeon : Meskipun kau pemilih, aku bisa mencoba mengikuti standarmu, jika kau mengatakan-nya..
Jin Soo : Kau tidak bisa
Seung Yeon : Mengapa?
Jin Soo : Apa yang bisa kuharapkan dari seorang amatir? Bagaimana amatiran bisa mencapai standarku?

Jin Soo menjelaskan saat pertama kali bertemu Seung yeon di cafenya, terlihat Seung Yeon itu amatiran, lihat bagaimana ia membuat foam untuk kopi dan ia menghargainya 3,500 Won! Jin soo berkata, apa kau sudah mengerti sekarang? Itu karena pikiranmu. Pikiranmu yang membuatmu menjadi amatiran.

Seung Yeon menutup telinganya, aku mengerti, aku tahu ini sejelas kristal, kau tidak perlu menjelaskannya padaku. Aku minta maaf.

Jin Soo berkata Seung Yeon tidak perlu minta maaf. Itu uang yang sebenarnya akan kuberikan pada Do Sang, jadi kau tetap disini. Dan jika kau tidak mau membaca Fossils of the Ages, kau bisa baca buku lain.

Jin Soo menambahkan, ah apakah uangnya terlalu kecil bagimu? Apa aku harus menaikkan-nya? Seung yeon kesal dan malu, apa kau mengolok-olokku? Jin soo melihat Seung Yeon mabuk, apa kau mau kubuatkan kopi?

Seung yeon dalam hatinya : Kopi??? Apa aku harus minum kopi di situasi seperti ini? Mengapa kau seperti ini? Kau benar2 brengsek, dia (Do Sang) benar saat menyebutmu brengsek.

Tapi..benar2 ..bagaimana brengsek gila seperti ini membuat matahari terbit hanya dengan satu senyuman...??


First Impression :


I like it. Mungkin karena kopi, mungkin karena ceritanya lucu juga dan mungkin karena ada Chil Suk hahaha...

Tapi ternyata Kang Ji Hwan keren juga, dan yang jadi Eun Young (pernah main di My Girl) kalau marah lucu. Enjoyable drama.


Coffee House Fanvid by dramatomy


Oh My Lady Episode 9

Min Woo dan Shi Joon semakin tegang. Kae Hwa maju : Min Woo! Kondisi perusahaan sedang tidak baik, mengapa kau menambahi masalah
Min Woo : apa? Aku kesini menawarkan bantuan! Kae Hwa : Kau bilang ini bantuan? Kau hanya membuat masalah tambah kacau! Ayo cepat pergi.

Shi Joon permisi pergi. Kae Hwa dan Min Woo terus berdebat. Min Woo tidak suka dengan tuduhan Kae Hwa dan kesal karena Shi Joon masih saja mempertahankan harga dirinya meskipun jelas2 ia butuh bantuan. Min Woo tanya, "Kau ada di pihak siapa?"
Kae Hwa menjawab, di pihak siapa? Apa kau pikir kita ini sedang berkompetisi?

Mereka pulang dan menjemput Ye Eun (kalau di pikir kasihan juga anak ini, tiap hari pulang malam dari penitipan anak). Min Woo tanya apa Kae Hwa melihatnya sebagai orang yang pantas ditertawakan? Kae Hwa heran, tentu saja tidak. Min Woo berkata tapi bagaimana Kae Hwa bisa tidak menghargainya. Dia menawarkan bantuan!
Kae Hwa tahu tapi ia merasa Min Woo itu tidak sopan, dan terlihat kalau ia hanya menyombong tentang uangnya dan tidak sopan pada Shi Joon.

Min Woo kesal karena Kae Hwa salah paham, tapi mereka tidak bisa bertengkar karena Ye Eun tidur di mobil. Jadi mereka berhenti untuk bertengkar. Ha!
Min Woo menyinggung tentang kesetiaan Kae Hwa pada Shi Joon, jadi ia hebat apapun yang terjadi, dan Min Woo selalu salah? Kae Hwa percaya Shi Joon akan berhasil memproduksi pertunjukan musikal, Min Woo membalas, "Apa dia Tuhan? Bagaimana kau bisa begitu percaya?"


Kae Hwa berkata ia bisa melihat gairah ketika Shi Joon bekerja. Sebenarnya, Min Woo harus belajar untuk bertindak secara tepat. Min Woo sebal dan berkata kalau perusahaan itu akan hancur dan ia masuk ke dalam mobil dan pergi, meninggalkan Kae Hwa begitu saja di jalan.
Kae Hwa marah, apa ini! Pria berpikiran sempit! bagaimana Min Woo bisa meninggalkan-nya begitu saja?

Min woo sampai di rumah, tapi ia harus menggendong Ye Eun yang tertidur dan Reporter Han melihatnya, Min Woo-sshi..Min Woo sshi..Kau Min Woo kan? Min Woo terus jalan dan lari sambil menggendong Ye Eun. Min Woo sembunyi dibelakang sebuah mobil. Reporter Han mendekatinya, ia tahu Min Woo di dekat situ.
Min Woo tersudut dan ia mencoba menelp Kae Hwa tapi Kae Hwa tidak mendengar telp-nya karena sibuk cari bus (salah siapa.) Min Woo akhirnya akan menelp. Yoon seok.

Tiba2 Penjaga keamanan datang dan menyeret reporter Han. Ia mendapat laporan dari tetangga kalau ada pria mencurigakan berkeliaran di sekitar area itu.

Min Woo sampai di apartemennya dengan aman. Menaruh Ye Eun di tempat tidurnya. Kae Hwa pulang dengan marah, "Bagaimana kau bisa meninggalkan seorang wanita di tempat seperti itu! Bagaimana jika terjadi sesuatu?"
Min Woo : Tapi tidak ada yang terjadi.

Kae Hwa tanya lalu mengapa kau menelp berkali-kali? Min Woo berkata ia hanya ingin Kae Hwa membawa Ye Eun ke atas. Kae Hwa sedikit heran dengan nada suara Min Woo yang lemas. Min Woo masih memikirkan kejadian dengan reporter Han, jadi tidak ingin bertengkar dengan Kae Hwa.

Sementara itu, Reporter Han mencoba memikirkan kejadian itu, ia tidak punya foto jadi ia tidak punya dasar untuk ceritanya, tapi ia curiga itu pasti Min Woo, karena saat dipanggil Min Woo, pria itu lari. Reporter Han mulai mendapat ide dan mulai mengetik berita mengenai identitas artis yang menyembunyikan anaknya, dengan judul: Bintang Pria Tuan S, siapa anak yang kau sembunyikan?

Paginya, sambil membawakan kopi untuk Shi Joon, Kae Hwa menyinggung kejadian semalam dengan Min Woo. Kae Hwa menjelaskan Min Woo bukan bermaksud buruk dan hanya mencoba menyatakan kecemasan-nya tentang pertunjukan musikal mereka, hanya caranya salah.

Shi Joon memotong dan berkata ia punya aturan kalau ia akan memisahkan emosi pribadi dari pekerjaan jadi masalah kemarin itu sudah dilupakan.

Jae Hee menyerahkan poster yang baru dicetak pada Shi Joon. Shi Joon tidak puas dengan hasilnya dan minta cari designer dan percetakan lain. Jae Hee bingung kalau demikian harus mengeluarkan uang lagi...Shi Joon memotong : Kalau begitu keluarkan!

Akhirnya ketiga staf The Show, mulai curhat. Bukannya mereka tidak menyukai Shi Joon, mereka tahu Shi Joon itu baik tapi susah sekali bekerja dengan-nya. Targetnya terlalu tinggi.

Bahkan untuk pertama kalinya, Jae Hee menyatakan prihatin pada Kae Hwa, "Kae Hwa sshi, kau sudah banyak menderita juga, iya kan? Kita semua mengalaminya, kita tahu rasanya. Kita ada dalam tekanan yang sama, jadi ayo kita minum nanti!"

Jung Ah menelpon Jae Hee dan ingin bertemu untuk masalah kostum, hanya saja Jae Hee masih harus mengurus poster, jadi ia minta Kae Hwa yang pergi. Kae Hwa menemui Jung Ah dan Jung Ah mengundangnya makan siang. Jung Ah menyukai Kae Hwa. Kae Hwa mendapat telp dari Min Ji. Min Ji mau pergi camping dan Kae Hwa setuju untuk berbelanja keperluan camping bersama setelah pulang kerja.

Jung Ah melihat dengan perasaan iri, kau sepertinya dekat dengan putrimu ya? Jung Ah berkata dulu ia hampir saja punya bayi, ia pernah mengandug. Tapi ia membuat kesalahan dengan mengejar ambisinya dalam kerja dan akhirnya kehilangan bayinya. Kata-kata yang paling ingin di dengar Jung ah dari suaminya adalah : Tidak apa-apa, tapi Jung Ah tidak pernah mendengarnya.

Kae Hwa merasa Jung ah masih sedih dengan ini, dan ia menyarankan Jung Ah untuk mengatakan perasaan-nya pada Shi Joon. Jung Ah berkata : sudah terlambat untuk mengatakan-nya.

Min Woo mendatangi kantor Yoon Seok. Ternyata Reporter Han sudah memenuhi tabloid gosip dengan berita mengenai Min Woo. Biarpun tidak ada foto dan namanya hanya inisial, tapi manager Yoon Seok kesal sekali, bagaimana berita seperti ini bisa memenuhi internet?

Min Woo juga marah, tapi ia berkata bahwa tidak ada seorangpun yang akan tahu siapa yang dimaksud tabloid sampah ini.

Yoon Seok berkata, Kontrak CF (iklan)mu yang besar di batalkan, karena pemasang iklan-nya langsung tahu kalau berita itu mengenai Min Woo. Min Woo masih membela diri, kita akan dapat kontrak lagi yang lebih besar, bukannya kita kekurangan kontrak kan.

Kemudian Yu Ra menelepon Min Woo. Yu Ra minta Min Woo mencoba tuxedo hasil rancangan-nya, itu untuk pernikahan kakak kelasnya. Yu Ra : Aku mendisain gaun pengantin dan tuxedonya, tapi sebelum pasangan pengantin mencobanya, aku ingin kau mencobanya dulu, tidak apa-apa kan?

Min Woo dengan senang hati mencobanya, "Aku suka mengenakan baju baru." Yu Ra juga mencoba gaun pengantinnya dan Min Woo terpesona : Kau benar2 sangat cantik Yu Ra. Keduanya berfoto bersama. Percakapan meluas ke tema pernikahan, Yu Ra tanya: Min Woo, apa kau suka anak2? Min Woo : anak? Yu Ra : Pasti hebat kalau kau punya anak perempuan di masa mendatang. Min Woo: Kalau anak itu mirip kau aku pikir ia pasti sangat cantik.

Min Woo pergi. Ternyata gaun pengantin dan tuxedo itu bukan rancangan Yu Ra (dasar siluman rubah), Yu Ra berterima kasih pada pemilik bridal house karena sudah mengijinkan-nya meminjam bajunya.

Min woo di mobil justru merasa bersalah pada Yu Ra. Dia berkata sendiri, Yu Ra, aku sebenarnya sudah punya anak perempuan. Apa kau masih mau menerimaku?

Kae Hwa bertemu Bok Nim dan Bok Nim menanyakan pekerjaan-nya. Kae Hwa berkata baik2 saja. Bok Nim memuji Min Woo. Min Woo itu keren. Kae Hwa tidak terlalu bersemangat membahasnya dan berkata ayo pergi dan menjemput Ye Eun. Bok Nim tanya, Dia tidak aneh2 kan di rumah? Seperti mengompol atau menolak pergi ke tempat penitipan anak?

Kae Hwa : Tidak
Bok Nim : Kalau begitu bagus. Biasanya anak2 yang dalam masa perawatan suka mengalami hal-hal itu.

Kae Hwa menjemput Ye Eun dan dengan gembira merangkulnya, Ye Eun apa kau senang2 hari ini dengan guru? Bok Nim langsung berkomentar, kalian benar2 seperti ibu dan anak. Kalau ayahnya juga ikut aktif, maka ini akan baik untuk Ye Eun. Kae Hwa dan Bok Nim senang dengan perkembangan Ye Eun.

Produser Eom bertemu Shi Joon. Dengan menyebalkan ia berkata : Aigoo, Presiden Yoo..bagaimana? akhir2 ini kau banyak menderita, benar kan? Shi Joon tetap dingin. Produser Eom berkata tidak perlu bersikap seperti itu, aku melakukannya dengan cara yang semestinya. Aku tidak mencuri proyekmu. Tapi menurut Shi Joon itu adalah pencurian.

Menurut Eom, sebenarnya ia sudah mendapatkan kontrak, tapi karena mereka menyukai konsepmu, mereka jadi menginvestasikan dananya ke proyekmu. Jadi aku membuatnya kembali seperti semula. Shi Joon menyindir kau pasti sibuk menyiapkan pertunjukanmu. Eom : Apa ini? apa kita ini orang lain? Aku berpikir untuk mengenalkanmu pada seseorang.

Yu Ra bertemu dengan manajer Yoon seok untuk mendiskusikan jadwal Min Woo berikutnya. Yoon Seok minta maaf karena acara fashion show Yu Ra yang gagal waktu itu. Yu Ra berkata semua sudah berlalu, tidak perlu minta maaf. Oya, akhir2 ini disekitar Min Woo ada wanita "aneh" yang mengganggunya?

Yoon Seok : Wanita aneh?
Yu Ra : Namanya Yoon Kae Hwa, staf The Show.

Yu Ra berkata dia cemas, Kae Hwa itu seperti penguntit saja. Yoon Seok tidak ingin membuka tentang Kae Hwa dan berkata mengapa? disekitar bintang pasti selalu ada orang2 aneh yang mengikutinya. Tapi keduanya sepakat kalau Yoon Kae Hwa itu memang mengganggu.

Yoon Seok akhirnya mengundang Min Woo minum dan menyinggung masalah kemarin tentang berita itu dan kemudian ia terus terang, Yoon Seok merasa pertunjukan The Show tidak akan berhasil dan membujuk Min Woo untuk kembali ke "jalan yang benar". Pertama, kirim anak itu ke panti asuhan. Aku tidak bilang kau harus membuangnya, kau bisa selalu mengadopsinya kembali.

Min Woo : Adopsi?
Yoon Seok : Kau hanya sementara saja mengirimnya ke panti asuhan dan mengambilnya kembali nanti lewat proses adopsi. Dengan cara ini kau bisa tetap bersama anak itu (dan mempromosikan image-mu), tidak akan ada skandal, bagaikan membunuh 3 ekor burung sekaligus dengan sebuah batu.

Yoon Seok : Apa kau tidak ingin menikah? Kemarin saat kau diganggu reporter Han, kau merasa panik kan? Itu tidak baik untuk anak itu juga. Solusi ini kurasa jauh lebih baik dan untuk ahjumma itu, bayar saja dia dan usir dia.

Min Woo : Dia bukan orang yang dengan mudah kau bayar.
Yoon seok : Itu hanya masalah jumlah saja. Apa ia mau satu juta?

Min Woo termakan dengan bujukan Yoon Seok. Tapi Min woo bertekad, ia akan mengadopsi anak itu kembali. Yoon seok berkata ya tentu saja.

Min woo pulang dan Ye Eun duduk di sebelahnya. Kae Hwa memberikan susu pada Ye Eun. Ye Eun tanpa sengaja menumpahkan susunya ke Min Woo. Kae Hwa kaget tapi Min Woo yang masih merasa bersalah dengan perasaan ingin mengirim Ye Eun ke panti asuhan justru tidak marah dan hanya berkata, tidak apa-apa, aku ganti saja.

Kae Hwa berkata pada Ye Eun, Ye Eun Ayahmu tidak marah. Kae Hwa tanya apa hari minggu besok bisa pergi makan di luar? Ia ingin mengajak Ye Eun ke kebun binatang. Min Woo bersedia, aku akan mengantar kalian kesana. Kae Hwa heran sekaligus senang, benarkah? Dan ia berkata pada Ye Eun : Ayahmu benar2 ada di bawah jempolmu!

Jung Ah menemui suaminya, Aku sudah mengambil tabunganku. Tidak banyak tapi kau harus menggunakannya jika perlu. Shi Joon menolaknya. Jung Ah tidak mengerti, apa ini saatnya kau bertahan dengan gensimu?

Shi Joon : Apa alasanmu membantuku?
Jung Ah : Apa?
Shi Joon : Setelah membuat lelucon dengan membawa pria itu di acara makan siang.

Jung Ah berkata sebagai koreografer ia cemas tidak dibayar. Shi Joon tetap menolaknya. Jung Ah meledak, apa kau tidak bisa menerima niat baik begitu saja??

Paginya, keluarga Sung pergi ke kebun binatang!! Min Woo mengenakan kaca mata hitam dan topi dan heran melihat barang2 yang dibawa Kae Hwa, apa itu? Kae Hwa berkata : Ini jika kau bepergian dengan anak-anak. Aku bawa kimbap dan juga kopi. Min Woo heran, bukankah di sana ada kopi juga? Kae Hwa : Iya, tapi mahal sekali. Haha namanya juga ibu-ibu ..ribet bo (it's a nightmare for Min Woo)

Ketiganya senang2 di kebun binatang. Min woo biasa saja walaupun lumayan senang juga. Kae Hwa semangat dan Ye Eun mulai senyum. Mereka bertemu para ayah yang menggendong anaknya di pundak. Kae Hwa dan Ye Eun melihat ke arah Min Woo, dan akhirnya Min Woo menggendong Ye Eun di pundaknya!! Ye Eun kelihatan senang.

Setelah itu, Kae Hwa memberikan permen pada Ye Eun, Ye Eun apa kau mau permen? Kae Hwa juga membujuk Ye Eun untuk mengucapkan terima kasih pada "Paman" karena mau mengajak ke kebun binatang. Min Woo berkata sudahlah, tidak usah berterima kasih.

Ye Eun dengan lucu mengulurkan permennya yang sudah kena ilernya haha pada Min Woo. Itu caranya berterima kasih. Awalnya Min woo jijik tapi Kae Hwa berkata anak ini susah sekali membagi permen-nya. Akhirnya sambil ngomel Min Woo menjilat permen Ye Eun juga.

Mereka tidak sadar sudah diambil gambarnya oleh seorang fotografer. Min Woo menyadarinya dan mencari fotografer itu, tapi orang itu langsung menghilang. Min woo pulang dari kebun bianatang dengan gelisah.

Di rumah, Kae Hwa berterima kasih dan berkata bukankah menyenangkan main dengan Ye Eun? Min Woo berkata biasa saja. Kae Hwa berkata, ekspresimu tidak bisa menyangkalnya, ekspresi fenomena "ayah di akhir pekan". Kae Hwa berkata kalau ia tahu bahwa Min woo sebenarnya orang dengan hati hangat, alasannya untuk menawarkan investasi pada Shi Joon juga karena Min Woo punya rasa keterkaitan pada pertunjukan musikal itu.

Min woo berusaha membicarakan keputusannya. Min Woo : Kae hwa sshi (hei dia tidak memanggil ahjumma..) ayo bicara sebentar.
Kae Hwa : Ada apa? Eh sebentar. Ponsel Kae Hwa berdering dan ternyata Shi Joon.

Oh Shi Joon memanggil semua stafnya untuk pergi ke kantor malam-malam. Jadi Min Woo tidak bisa mengatakan rencananya pada Kae Hwa.

Shi Joon minta stafnya mempersiapkan semua presentasi untuk investor baru. Setelah itu, Shi Joon mengantar Kae Hwa pulang dan menjelaskan kalau investor ini ia dapat dari Produser Eom (jangan2 mantan suami Kae Hwa). Kae Hwa merasa Eom mungkin merasa bersalah karena mencuri investor kita makanya ia membantu dengan menawarkan investor baru.

Kae Hwa akhirnya sampai di rumah dan ia mendengar Min woo bicara di telp dengan Yoon Seok : Apa kau sudah mencari panti asuhan yang bagus? Min Woo berkata ia pasti akan mengadopsi Ye Eun kembali. Kae Hwa tanya, apa maksud kata-katamu itu? Apa kau akan membuang Ye Eun?

Min Woo : Aku tadi ingin membicarakan itu denganmu. Ya benar, aku akan mengirim Ye Eun ke panti asuhan. Ahjumma, kau harus pergi juga.

Kae Hwa : Apa katamu?
Min Woo : Ahjumma, jangan cemas. Aku akan membayarmu sebanyak yang kau dapat dari The Show, aku akan bayar dengan pantas.

Kae Hwa : Jadi kau akan membuang anak itu ke panti asuhan?
Min Woo : Bukan membuang, aku akan mengambilnya kembali nanti, ini cuma sementara.

Kae Hwa : Nanti itu kapan? Kau tidak mau anak itu sekarang, kapan kau akan mengambilnya kembali?
Min Woo : Itu bukan urusanmu.

Kae Hwa merasa ini ide Yoon Seok. Kae Hwa tidak mengerti mengapa Min Woo masih percaya dengan orang itu. Min Woo berkata, memang begitulah aku. Aku memang seperti itu.
Kae Hwa : Itulah mengapa kau sangat baik padanya sepanjang hari ini? sebagai hadiah terakhir untuk anak yang akan kau buang? Bagaimana kau...

Min woo : Lalu apa yang kau inginkan dariku? (bagaimana aku bisa hidup seperti ini), menyembunyikan Ye Eun, menyembunyikan-nya seperti ini??
Kae Hwa : Tapi selama ini tidak masalah!

Min Woo : Tidak masalah? Kemarin, aku hampir tertangkap basah oleh Reporter Han, bagaimana menurutmu perasaanku? Jika aku ketahuan, hidupku akan berakhir, cerita mengenaiku akan ada di seluruh internet hari ini dan sebelum minggu ini selesai, aku sudah terkubur. Dan kau mau aku memikirkan anak itu? Lalu bagaimana dengan hidupku? Bagaimana dengan aku? Bagaimana aku bisa hidup seperti ini. Aku akan menyelesaikan semuanya dan mengirimnya pergi. Kau juga harus siap-siap pergi.

Kae Hwa : Dan pertunjukan musika itu?

Min Woo ; Apa kau lupa bagaimana aku menyetujui bergabung dengan pertunjukan musikal ini?

Kae Hwa membujuk Min Woo, meskipun demikian, kau sudah mulai baik dengan Presiden Oh bahkan menawarkan bantuan. Min woo menyangkal ia hanya melakukannya untuk pamer uangnya. Kae Hwa tidak percaya, tapi semua sangat berharap besar padamu, Presiden Oh juga sudah mendapat investor baru.

Min Woo kesal, kau masih saja membicarakan presiden itu, Ahjumma, kau harus mulai berpikir. Kalau bergantung pada Presiden seperti itu, tidak akan membawamu kemanapun.

Kae Hwa marah bagaimana kau bisa berkata seperti itu, apa kau tidak memikirkan ketulusan orang lain padamu?

Min Woo : Karena aku sudah selesai dengan pertunjukan itu,kau juga harus siap-siap pergi.
Kae Hwa : Apa kau bisa benar2 membuang Ye Eun?

Min Woo : Ya. Aku bisa. Itulah mengapa kau harus segera keluar dari rumah ini!

Tapi setelah itu di kamar, Min Woo seperti ini..........